Kamis, 16 Oktober 2014

(1) (Kelompok-kelompok Sesat)- Silsilah Al-Firoq Ad-Dhoolah

 Silsilah Al-Firoq Ad-Dhoolah (Kelompok-kelompok Sesat) [1]
-----------------------
 Beberapa penyimpangan kelompok Quthbiyyah Sururiyyah pimpinan Abu Ishaq al-Huwainiy al-Mishriy.
~~~~~~~~~~~~~~~~
 Fashilatus Syaikh al-Walid Hasan bin Abdil Wahhab Marzuq Albanna -hafizhohulloh-
[Mantan Staf pengajar Universitas Islam Madinah].
 Dalam rangka menegakkan kebenaran dan menumbangkan kebatilan, aku sebutkan penyimpangan-penyimpangan ini yang Syaikh Al-Huwainiy terjatuh ke dalamnya -dan yang dikupas oleh kitab ini - dan aku jelaskan kebatilannya dengan kalimat yang singkat yang membimbing kepada apa yang telah ditetapkan oleh para imam salaf di dalam kitab-kitab aqidah, dan apa yang telah difatwakan oleh para imam masa kini, sebagaimana dinukilkan oleh penulis -semoga Alloh membalasnya dengan kebaikan- tentang mereka:
. Penyimpangan Pertama: mengkafirkan orang yang terus menerus dalam kemaksiatan, dimana Syaikh Al-Huwainiy secara terang-terangan mengkafirkan orang yang terus menerus berbuat kemaksiatan, dengan mengatakan:
💥 "Sejatinya orang yang terus menerus (dalam kemaksiatan) adalah orang yang menghalalkan (kemaksiatan), dan orang yang menghalalkan (kemaksiatan) adalah kafir".
Dan sungguh dengan ucapannya ini telah menyelisihi satu prinsip yang agung dari ushulus sunnah (prinsip-prinsip Ahlussunnah), dan dia telah mencocoki dengannya manhaj sururiyyah quthbiyyah, dan yang mana kelompok tersebut merupakan bagian dari kelompok-kelompok Khowarij modern.
[Bersambung insya Alloh Ta’ala]
📔 Al-Hudud al-fashilah baina ushul manhaj as-salafus sholih wa ushul al-quthbiyyah as-sururiyyah, Abu Abdil A'la Kholid al-Mishriy. [Mukaddimah Syaikh Albanna] Hal. 14.
__✏ Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu Abduh.
~~~~~~~~~~~~~~~~
قال فضيلة الشيخ الوالد حسن بن عبد الوهاب مرزوق البنا -حفظه الله تعالى- [مدرس العقيدة بالجامعة الإسلامية وعضو هيئة التوعية الإسلامية بالمدينة النبوية سابقاً.]
 ومن باب إحقاق الحق وإبطال الباطل، أورد هذه المخالفات التي وقع فيها الشيخ  الحويني -والتي دار الكتاب على تنغيذها-، وأبين بطلانها بكلام موجز مسترشداً بما قرره أئمة السلف في كتب المعتقد، وما أفتى به الأئمة المعاصرون، فيما نقله المصنف -جزاه الله خيرا- عنهم:
🔹 المخالفة الأولى: تكفير المصر على اامعصية، حيث صرّح الشيخ الحويني بتكفير المصر على المعصية، بقوله: «إن المصر هو المستحل، والمستحل كافر»، وقد خالف بقوله هذا أصلاً عظيماً من أصول السنة، ووافق به منهج السرورية القطبية، والتي هي من فرق الخوارج المعاصرة.
يتبع بإذن الله تعالى.
📔 الحدود الفاصلة بين أصول منهج السلف الصالح وأصول القطبية السرورية، لأبي عبد الأعلى خالد المصري. صـ ١٤.
------------------------
WA Ahlus Sunnah Karawang.

(14) Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah

-----
🌿🌠
📌🔗 Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah
            ~~• [ 14 ] •~~
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
MEWUJUDKAN PERSATUAN UMAT
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 Asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata,
 "Kaum muslimin tidak akan bisa bersatu kecuali di atas aqidah yang shahih (benar). Aqidah-lah yang telah menyatukan para shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam setelah sebelumnya mereka terpecah belah. Sebagaimana firman Allah,
"Ingatlah kalian terhadap nikmat Allah atas kalian, ketika sebelumnya kalian adalah saling bermusuhan, maka Allah satukan antara hati – hati kalian." (Ali 'Imran : 103) ….
 TIDAK ADA YANG BISA MENYATUKAN UMAT INI KECUALI AQIDAH YANG SHAHIH. Adapun apabila kondisi umat masih berselisih, berbeda-beda dalam aqidah dan keyakinan maka tidak akan bisa bersatu selamanya!!
 … apabila mereka (yaitu orang yang menyatakan diri sebagai da'i, ingin memperbaiki umat, pen) memang menginginkan persatuan kaum muslimin, maka hendaknya PERTAMA KALI YAN MEREKA LAKUKAN ADALAH MEMBENAHI/MELURUSKAN AQIDAH. Urusan aqidah inilah, yang dulu para rasul – sejak rasul pertama hingga rasul terakhir – semuanya sangat mementingkannya, dan memulai dakwah dengannya. MAKA PERTAMA KALI, WAJIB ATAS MEREKA UNTUK MENYATUKAN AQIDAH UMAT TERLEBIH DAHULU. Apabila aqidah telah disatukan, maka umat akan bersatu. Ini kalau mereka serius dan jujur dalam dakwah mereka (yakni mereka mengaku ingin melakukan perbaikan umat, pen). Namun kenyataannya mereka justru mengejek para da'i yang menjelaskan tentang aqidah, berdakwah kepada aqidah yang benar, dengan mengatakan, "dai ini mengkafirkan umat, ini ingin memecah belah kaum muslimin, … ."
ℹ Kita katakan kepada mereka, "Kalian tidak akan bisa menyatukan umat tanpa aqidah yang benar. Kalau aqidah ini sudah satu, niscaya umat pun akan bisa disatukan dengan sangat mudah.
Allah Ta'ala berfirman, "Dia – lah (Allah) yang telah menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan kaum muslimin. Dan Allah-lah yang menyatukan hati-hati kalian. Kalau kamu menginfakkah seluruh yang ada di bumi semuanya (untuk menyatukan mereka) niscaya kamu tidak akan bisa menyatukan hati mereka. Tapi Allah-lah yang menyatukan antar mereka. sesungguhnya Dia Maha Perkasa dan Maha Bijaksana." (al-Anfal : 62-63) …
Umat tidak akan bersatu kecuali di atas prinsip ibadah kepada Rabb yang satu (yakni Tauhid), yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala. …
 Inilah cara untuk menyatukan kaum muslimin. Kalau mereka jujur, maka hendaknya mereka memperbaiki aqidah kaum muslimin, membersihkan darinya berbagai penyimpangan dan dari berbagai yang disusupkan padanya. Supaya aqidah tersebut kondisi menjadi murni sebagaimana aqidah yang dibawa oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, supaya kaum muslimin bisa bersatu di atasnya."
📚📚📬
[ Muqaddimah Syarh terhadap kitab Syarhus Sunnah al-Barbahari ]
-------------
🌠Sumber Artikel:
WhatsApp Manhajul Anbiya Indonesia

📬💫💫🌿🌿
~~~~~~~~~~~~~~~~~~  

(13) Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah

-----
����

���� Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah
          ~~• [ 13 ] •~~

〰〰〰〰〰〰〰〰
�� AHLUS SUNNAH SEDIKIT JUMLAHNYA
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

 Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Beruntunglah orang-orang yang terasing."  Ada yang bertanya, "Siapakah orang-orang yang terasing tersebut wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, "Orang-orang shalih sedikit jumlahnya, di tengah-tengah orang-orang jelek banyak jumlahnya. Yang menentang mereka (orang-orang shalih tersebut), lebih banyak daripada yang mengikuti mereka." [ lihat ash-Shahihah 1273 ]

 Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata, "Berwasiatlah kepada Ahlus Sunnah dengan kebaikan. Karena sesungguhnya mereka itu ghuraba' (orang-orang terasing)."

�� Abu 'Ali al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata,

"Konsisten dan pegung teguhlah jalan-jalan hidayah, dan tidak akan merugikanmu sedikitnya orang yang menempuhnya.

Waspadalah kamu dari jalan-jalan kesesatan, dan janganlah kamu tertipu dengan banyaknya orang-orang yang binasa (karena menempuhnya).

[ al-I'tisham I/122 ]

-------------

�� Sumber Artikel
WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

����������
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(12) Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah

-----
����

���� Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah
          ~~• [ 12 ] •~~

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰 
✒��DORONGAN UNTUK BERPEGANG KEPADA AS-SUNNAH dan MANHAJ SALAF,  

��serta TAHDZIR DARI BID'AH dan MENYIMPANG DARI MANHAJ SALAF
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 
 Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Maka WAJIB atas kalian untuk berPEGANG dengan
▪ Sunnah-ku, dan
▪ Sunnah para Khulafa' Rasyidin sepeninggalku yang mendapat petunjuk.
Pegang teguhlah sunnah tersebut dan gigitlah dengan gigi geraham kalian.
 Waspadalah kalian dari perkara yang diada-adakan. Karena setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid'ah, dan setipa bid'ah itu adalah kesesatan." [ HR. Abu Dawud 4607, at-Tirmidzi 2676, Ibnu Majah 46 ]

 Shahabat 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, "Berittiba'lah kalian dan janganlah kalian berbuat bid'ah. Sungguh kalian telah dicukupi." [ diriwayatkan oleh ad-Darimin dalam muqaddimah Sunan-nya ]

 Khalifah 'Umar bin 'Abdul 'Aziz rahimahullah berkata, "Bersikaplah kalian sebagaimana kaum tersebut (yakni para shahabat) bersikap. Karena sesungguhnya berdasarkan ilmu mereka bersikap. Berdasarkan pandangan yang sangat tajam mereka menahan diri, dan sebenarnya untuk menyingkap (detail-detail permasalahan yang dimunculkan) mereka lebih mampu, dan terhadap keutamaan – kalau seandainya  ada – pada permasalahan tersebut mereka lebih berhak. Apabila kalian mengatakan, telah muncul perkara baru (bid'ah) setelah mereka, maka tidaklah membuat/memunculkan bid'ah tersebut kecuali orang-orang yang menyelisihi/menentang bimbingan mereka dan benci terhadap sunnah (jalan) mereka. Para shahabat itu telah menyifatkan (menjelaskan) agama ini dengan penjelasan yang menyembuhkan, mereka telah berbicara tentang agama ini dengan pembicaraan yang mencukupi. Jadi apa yang melebihi mereka, maka melahkan dirinya (tanpa guna), sebaliknya apa yang di bawah mereka maka itu sesuatu yang kurang. Telah ada kaum yang kurang dari mereka, sehingga kaum itu pun jatuh pada sikap jafa' (tidak berpegang kepada prinsip yang benar). Ada pula kaum yang melebih mereka, sehingga kaum itu pun jatuh pada sikap ekstrim (dalam beragama). Sesungguhnya mereka (para shahabat itu) berada di antara dua sikap tersebut, benar-benar di atas petunjuk yang lurus." [ diriwayatkan oleh Abu Dawud 4612, al-Ajurri dalam asy-Syari'ah hal. 221-222 ]

 al-Imam Abu 'Amr al-Auza'i rahimahullah berkata, "Wajib atasmu untuk mengikuti jejak-jejak para Salaf, meskipun orang-orang menolakmu. Berhati-hati dan waspadalah kamu dari pikiran/pendapat para tokoh, meskipun mereka menghiasinya dengan kata-kata yang indah." [ diriwayatkan oleh al-Ajurri dalam asy-Syari'ah hal. 58 ]

�� [ Lum'ah al-I'tiqad al-Hadi ila Sabil ar-Rasyad, al-Imam Ibnu Qudamah ] 

-------------

�� SUMBER ARTIKEL
WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

����������
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(11) Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah

-----
����

���� Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah
          ~~• [ 11 ] •~~

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
�� Di antara Tanda dan Ciri Khas
Dakwah Salafiyyah:
〰〰〰〰〰〰〰

 Merealisasikan Ubudiyyah kepada Allah 'Azza wa Jalla

 Merealisasikan pemurniaan Ittiba' kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

 Konsisten berpegang kepada paham Salafush Shalih terhadap dalil-dalil Syar'iyyah. Tidak keluar dari paham mereka.

 Waspada dan tahdzir dari bid'ah dan ahlul bid'ah.

 Wasathiyyah (Sikap Tengah), antara ghuluw (berlebihan) dan jafa' (kurang).

 Kokoh di atas al-Haq.

 Semangat itu bersama dan bersama di atas al-Haq dan dengan al-Haq.

 Mencampakkan perpecahan dan perselisihan.

 Semangat untuk mengumpulkan ilmu nafi', menyebarkannya di tengah-tengah umat, dan mengajak (mendakwahi) umat kepadanya, disertai sikap sabar terhadap berbagai gangguan/resiko dalam menempuhnya.

�� Beramal dengan ilmu.
 
����[ dari Ma hiya as-Salafiyyah? Oleh asy-Syaikh DR. 'Abdullah bin 'Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullah ]

-------------

�� Sumber Artikel
WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

����������
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(10) Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah

-----
����

���� Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah
          ~~• [ 10 ] •~~

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
�� "Salaf" dan "Salafiyyun"
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

�� Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Muhammad Aman al-Jami rahimahullah berkata,

"al-Firqah an-Najiyah yang mereka itu adalah "Salaf" dan "Salafiyyin".

�� "Salaf" yang pertama adalah para shahabat dan para tabi'in.
Kemudian "Salafiyyun", yaitu para pengikut Salaf.

Apabila kamu melihat dari sisi sejarah, "Salaf" adalah para shahabat dan para tabi'in.

Oleh karena itu orang yang bermadzhab dengan madzhab mereka dan bermanhaj dengan manhaj mereka pada hari ini dan setelah hari ini, tidak disebut "Salaf", namun disebut "Salafy", yakni dinisbatkan pada Salaf pertama dalam aqidahnya.

☑ Kelompok ini yang terdapat padanya sifat sebagai "al-Firqah an-Najiyah", atau "ath-Tha'ifah al-Manshurah" yang berjalan di atas al-Haq."

�� [ Syarh ar-Risalah at-Tadmuriyah ] 

-------------

�� Sumner Artikel
WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

����������
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(9) Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah

-----
����

���� Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah
          ~~• [ 9 ] •~~

�� Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata,

"Sesungguhnya yang paling pantas diberikan untuknya hari-hari yang istimewa, dan sesuatu tertinggi yang perlu dikhususkan dengan perhatian/semangat yang lebih adalah MENYIBUKKAN DIRI dengan ilmu-ilmu syar'iyyah yang diterima dari manusia terbaik (yakni Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, pen).

Tidak ada seorang berakalpun yang meragukan bahwa poros ilmu-ilmu syar'i tersebut adalah pada Kitabullah (al-Qur`an) yang diikuti dan Sunnah Nabi-Nya.  

Adapun ilmu-ilmu lainnya,
 bisa jadi merupakan alat/sarana yang membantu untuk bisa memahami al-Qur`an dan as-Sunnah,  maka itu merupakan sesuatu yang harus dicari/dipelajari.  
 Atau sesuatu yang sangat bertentangan dengan al-Qur`an dan as-Sunnah,  maka itu merupakan sesuatu yang merugikan dan harus dihilangkan."

 
�� [ Muqaddimah Hadyu as-Sari ]

-------------

�� Sumber Artikel
WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

����������
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(8) Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah

-----
����

���� Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah
          ~~• [ 8 ] •~~

 〰〰〰〰〰〰〰〰〰
�� "KEUTAMAAN ILMU SYAR'I"
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Katakanlah (wahai Muhammad) Ya Rabbi tambahkanlah untukku ilmu."  [ QS. Thaha : 114 ]

"[tambahkanlah untukku ilmu]" dijelaskan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah :

"Ayat tersebut sangat jelas menunjukkan pada keutamaan ilmu. Karena Allah Ta'ala tidak memerintahkan Nabi-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meminta tambahan sesuatu kecuali tambahan ilmu. Yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ILMU SYAR'I. Yaitu :
 Ilmu yang memberikan faidah pengenalan terhadap apa yang wajib atas seorang mukallaf dalam urusan ibadah dan mu'amalahnya.
 Ilmu tentang Allah dan Shifat-Shifat-Nya, serta apa yang wajib untuk dilakukan terhadap-Nya berupa menegakkan perintah-Nya, dan mensucikan-Nya dari berbagai kekurangan.

✅ Perputaran itu semua terletak pada ILMU TAFSIR, ILMU HADITS, dan ILMU FIQH."

�� [ Fathul Bari, Syarh Shahih al-Bukhari Kitab al-'Ilmi, Bab Pertama ]

-------------

�� Sumber Artikel
WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

����������
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(2) Silsilah Bantahan Atas Tuduhan Bahwa Syaikh Robi' bin hadi Al Madkholi Seorang Murji'ah

------------------------
 Silsilah Bantahan Atas Tuduhan Bahwa Syaikh Robi' Seorang Murji'ah [2] 
------------------------
 APA DEFINISI IMAN MENURUT AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH, DAN APAKAH AMALAN TERMASUK DALAM IMAN?
~~~~~~~~~~~~~~~~
 Syaikh DR. Robi' bin Hadi al-Madkholi hafizhohulloh.

 Saya merasa heran demi Alloh dari pertanyaan ini! Demi Alloh saya merasa aneh sekali! Apakah kalian menyangka bahwa kami berkeyakinan bahwa amalan bukan bagian dari keimanan?!

Semoga Alloh memburukkan (keadaan) para pendusta lagi pembohong; demi Alloh mereka telah berdusta atas nama kami dan mereka mengada-ada, demi Alloh mereka bukanlah dari (ahli) sunnah sama sekali (karena) mereka berdusta atas nama kami dan sesungguhnya mereka dari kalangan orang-orang sesat dan pengikut hawa nafsu demi Alloh mereka memerangi manhaj salaf.

�� Kami tegaskan kepada Alloh bahwa iman adalah ucapan, amalan dan keyakinan, akan bertambah dengan ketaatan dan akan berkurang dengan kemaksiatan, hal itu telah ditunjukkan oleh Kitabulloh dan sunnah Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam.

Dan inilah ketetapan dan inilah definisi bagi Ahlussunnah yang menjadi duri pada leher-leher kaum Murji'ah, Khowarij dan Mu'tazilah, pokok-pokok nash (dalil) tidak terhitung dari Kitabulloh dan sunnah Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, dan inilah yang telah ditunjukkan oleh Kitabulloh dan sunnah Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, dan telah dilalui oleh para shahabat, tabi'in dan para imam Islam hingga hari kita ini, dan kami tumbuh padanya, mendakwahkan kepadanya dan membelanya, dan kami memerangi orang-orang yang menyelisihinya sekalipun dia telah mengaku-aku.

�� Iman adalah ucapan dan amalan serta keyakinan, akan bertambah dengan ketaatan dan akan berkurang dengan kemaksiatan, dan cukup bagi kalian karya-karya tulis yang banyak yang disusun untuk membantah kaum Khowarij, Mu'tazilah dan Murji'ah dengan segenap kelompoknya.

Dan diantara kitab tersebut: apa yang telah disusun oleh imam Bukhori rohimahulloh di awal kitab shahihnya: "Kitabul iman" dan beliau bawakan dengan dalil-dalil yang banyak dari al-Kitab dan As-Sunnah bahwa amalan termasuk dari keimanan, dan semuanya merupakan bantahan bagi Murji'ah dan kami membimbing diri kami di atas (keyakinan) ini dan kami memerangi faham Murji'ah sebagaimana kami memerangi kesesatan-kesesatan lainnya, dan datang sekelompok orang yang sangat bodoh, sesat lagi musuh Sunnah mereka mengatakan bahwa kami adalah Murji'ah !!

Semoga Alloh memerangi mereka; mereka menurutku dalam masalah kedustaan lebih buruk dari kaum Khowarij dan Syi’ah mereka suka maupun tidak; karena mereka lebih dusta dari kaum Syi’ah terhadap Ahlussunnah, dan lebih banyak kedengkiannya terhadap Ahlussunnah, dan lebih banyak kebohongan dan kedustaannya terhadap Ahlussunnah, dan bersamaan dengan itu mereka membuat pengkaburan dengan memakai baju Sunnah sebagai bentuk kedustaan dan penipuan padahal mereka bukan dari Ahlussunnah! Dan kalau sekiranya di sisi mereka ada Sunnah sedikit saja tentulah mereka tidak akan memerangi Ahlussunnah dengan berbagai kebohongan, kedustaan dan mengada-ada.

Sungguh kami telah menjelaskan -demi Alloh - kedustaan mereka; sehingga mereka bermula dari kedustaan dan mereka berputar pada poros kedustaan; dan mereka tidak keluar darinya -demi Alloh-, dan kami telah menjerat mereka sebenar-benarnya dengan dalil-dalil dan bukti-bukti dan kami telah jelaskan kedustaan mereka.

�� Pimpinan mereka adalah al-Haddad pendusta dan aku telah jelaskan bahwa dia telah berdusta dalam satu juz dari kitab miliknya sebanyak 120 kedustaan dan kelompok Haddadiyyah yang sesat telah menggurita dengannya.
�� Datang Basyamil pendusta lagi pembohong dan telah aku jelaskan kedustaan dan kesesatannya di dalam kitab "Izhaq Abathil Basyamil", maka sepatutnya kalian berpegang pada kitab ini karena sesungguhnya pendusta ini adalah musuh yang sengit bagi Ahlussunnah!

�� Dan datang Falih al-Harbi maka merekapun mendekapnya dan dia pun mendekap mereka dan dia membuat timbangan bagi Ahlussunnah beberapa kedustaan dan kebohongan dengan mengatakan bahwa kami adalah Murji'ah nya kaum Murji'ah.... mereka lebih buruk dari Murji'ah -demi Alloh-; kaum Murji'ah lebih baik dan lebih mulia dari mereka, atas kesesatan mereka lebih baik dari ahlul bid’ah.

Dan dari sini imam Ibnu 'Adiy -rohimahulloh- menetapkan di dalam kitabnya "al-Kamil" sekira 29 BAB BAGI PARA PENDUSTA (1) DAN SATU BAB UNTUK AHLUL BID’AH.

Dan Ahlussunnah menerima riwayat ahlul bid’ah yang jujur selain para da'i nya.

Dan mereka kaum Haddadiyyah tergolong dari para da'i kepada kebid'ahan; mereka datang dengan membawa prinsip-prinsip yang ditolak Islam lagi memerangi Sunnah dan memerangi manhaj salaf dan mereka mencela para imam Islam; Al-Haddad memulai (dengan mencela Ibnu Taimiyyah) dan kedua (mencela) imam Ibnu Abil 'Izz dan Ibnul Qoyyim; dan terus demikian, tidak ada satu orang pun dari Ahlussunnah yang berloyal kepada Ahlussunnah melainkan mereka mencelanya; dan mereka mencela para ulama Ahlussunnah masa kini; mereka mencela Syaikh Ahmad an-Najmiy dan Syaikh Zaid di wilayah selatan dan siapa pun yang menegakkan Sunnah?!!

Memerangi Sunnah mereka mencela setiap salafi yang tidak mencocoki Haddadiyyah semua mereka mencela mereka (salafiyyin) dan menjelek-jelekkan mereka dan menjelek-jelekkan prinsip-prinsip mereka, dan mereka datang dengan membawa prinsip-prinsip yang rusak lagi pembangkit bagi manhaj salaf maka mereka sejatinya kepanjangan tangan bagi Ikhwanul Muslimin bahkan mereka lebih buruk dari Ikhwanul Muslimin; dan mereka membantu ahlul bid’ah semuanya; dan memerangi Ahlussunnah merupakan tujuan mereka.

Bagaimana -wahai saudaraku!- Haddadiyyah tidak akan membiarkan seorang salafi?! Lima enam di kota Mekkah dan sepuluh di kota Madinah, di dunia semuanya tidak mereka tidak meninggalkan Salafiyyin tidak di Mekkah dan tidak pula di Madinah dan tidak pula di Thoif serta tidak pula di Jeddah; setiap orang yang mendahulukan kebaikan dan membela Sunnah mereka cela; apakah mereka Ahlussunnah?!!

Mereka mengatakan: dusta; dusta..; mereka menghukumi Salafiyyin dengan kedustaan namun mereka membuat kebohongan atas nama mereka (Salafiyyin); dan diantaranya mereka menuduh kami bahwa kami adalah Murji'ah menurut mereka para pembohong.

Dan demi Alloh! Mereka tidaklah memerangi faham Murji'ah dan mereka tidak jujur sama sekali selalu begitu; mereka hanyalah menghunuskan kata "irjaa" sebagai senjata untuk memerangi Ahlussunnah karena mereka telah menjelaskan kesesatan (sendiri) dan kesesatan tokoh-tokoh mereka dan mereka menghunuskan pedang "irjaa" dan pedang kedustaan serta pedang kejahatan atas Ahlussunnah!

 Maka hati-hati lah dari mereka dan siapa pun yang tertipu dengan mereka hendaknya bertakwa kepada Alloh akan dirinya; maka demi Alloh sungguh telah jelas perkara mereka maka tidak ada udzur bagi kalian dan tidak ada kerancuan bagi kalian.

Sesungguhnya mereka para pendusta para pendusta para pendusta!
Dan setiap hari Alloh buka kedok mereka dengan kedustaan (mereka); demi Alloh sebagian orang-orang kafir mereka malu untuk berdusta sedangkan mereka (Haddadiyyah) tidak malu!

Dan setiap kali Anda menjelaskan kedustaan tokoh-tokoh mereka dan pengkhianatan mereka maka bertambah menggurita dengan kedustaan dan dengan prinsip-prinsip mereka dan dengan kebatilan-kebatilan mereka.

Di mana akal-akal (mereka)?!
Di mana agama (mereka)?!
Di mana akhlak (mereka)?!

Fahamilah tentang mereka-mereka itu dan hati-hati lah dari mereka; dan peringatkan manusia dari kesesatan mereka dan kejelekan mereka -semoga Alloh memberikan taufiq kepada kalian-.

Maka kita beragama kepada Alloh dengan apa yang ada di dalam Kitabulloh dan Sunnah Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam di setiap keyakinan dan hukum, halal dan haram, besar dan kecil, cabang-cabang keislaman dan keimanan, semua itu kita dakwahkan kepadanya dan kita mati di bawahnya.

Bagaimana kami (dikatakan) Murji'ah?!
Dan kami memerangi faham irjaa dan kami memerangi yang lainnya dan yang meremehkan amalan kami jelaskan kepadanya dan dakwahkan dia kepada kebenaran maka bagaimana kami dikatakan Murji'ah?! -Semoga Alloh memerangi mereka-.

�� Majmu’ Kutub wa Rosail wa Fatawa Fadhilatus Syaikh al-'Allamah Robi' bin Hadi al-Madkholi hal. 459-462 juz. 1 cet. Daar al-Imam Ahmad.

__✏ Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu Abduh.
~~~~~ ~~~~~

سلسلة :

[ الردود المفحمة على من يتهم الإمام الربيع بعقيدة المرجئة ]

                         》٢《

● سئل فضيلة الشيخ الوالد العلامة ربيع السنة :
ما هو تعريف أَهلِ السُّنَّة والجماعة للإِيمان ، وهل العمل داخل في الإِيمان ؟

■ الجواب :
أَستغرب والله من هٰذا السؤال ! والله أَستغربه جدًّا ! هل تظنُّون أَنَّنا نعتقد أَنَّ العمل ليس من الإِيمان ؟!
قبَّح الله الكذَّابين الأَفَّاكين ؛ والله يكذبون علينا ويفترون ، والله ما هم من السُّنَّة في شيء يكذبون علينا وإِنَّهم من أَهل الضَّلال والأَهواء والله إِنَّهم يحاربون منهج السَّلف .

نحن ندين الله بأَنَّ الإيمان : قول وعمل واعتقاد ، يزيد بالطَّاعة وينقص بالمعصية ، دلَّ علىٰ ذٰلك كتاب الله وسنَّة رسول الله صَلَّىٰ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم .

وهٰذا الضَّابط وهٰذا التَّعريف لأَهل السُّنَّة شوكة في نحور المرجئة والخوارج والمعتزلة قوامة نصوص لا تحصىٰ من كتاب الله ومن سنَّة رسول الله - صَلَّىٰ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم - ، وهٰذا ما دلَّ عليه كتاب الله وسنَّة رسول الله - صَلَّىٰ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم - ، ومضىٰ عليه الصَّحابة والتَّابعون وأئِمَّة الإِسلام إِلىٰ يومنا هٰذا ، ونحن نشأْنا عليه ، وندعو إِليه ونذبُّ عنه ، ونحارب من خالفه ولو ادَّعىٰ ما ادَّعىٰ .

الإِيمان قول وعمل واعتقاد ، يزيد بالطَّاعة وينقص بالمعصية ، ويكفيكم المؤلفات الكثيرة الَّتي أُلِّفَتْ للردِّ علىٰ الخوارج والمعتزلة والمرجئة بأَصنافها .

ومن تلكم الكتابات : ما دوَّنه الإِمام البخاري - رحمهُ الله - في أَوَّل كتابه الصَّحيح : " كتاب الإِيمان " وجاء بالأدلَّة الكثيرة من الكتاب والسُّنَّة علىٰ أَنَّ العمل من الإِيمان ، وكله ردٌّ علىٰ المرجئة ونحن تربينا علىٰ هٰذا ونحارب الإِرجاء كما نحارب سائر الضَّلالات ، ويأْتي قوم جهلاء ضلال أَعداء السُّنَّة يقولون إِنَّا مُرجئة !!

قاتلهم الله ؛ هم عندي في باب الكذب أخس من الخوارج والروافض شاءوا أَم أَبوا ؛ لأَنهم أَكذب من الروافض علىٰ أَهل السُّنَّة ، وأَكثر حقدًا علىٰ أَهل السُّنَّة ، وأَكثر افتراءً وكذبًا علىٰ أَهل السُّنَّة ، ومع ذٰلك هم يلبسون لباس السُّنَّة كذبًا وزورًا وليسوا من أَهل السُّنَّة ! ولو كان عندهم من السُّنَّة شيء ما حاربوا أَهل السُّنَّة بالبوائق والكذب والافتراءات .

قد بيَّنَّا - والله - أَكاذيبهم ؛ فهم ينطلقون من الكذب ويدورون في دوامة الكذب ؛ ولا يخرجون منها - والله - ، وقد حصدناهم حصدًا بالأَدلة والبراهين وبيَّنَّا أَكاذيبهم ،
رأْسهم الحداد الكذاب وبينتُ أَنَّهُ كذب في جزء من كتاب له مائة وعشرين كذبه وتشبث الحدادية الضَّالة به .

وجاء باشميل الكذاب الأَفَّاك وبَيَّنْتُ كذبه وضلاله في " إِزهاق أَباطيل باشميل "؛ فعليكم بهٰذا الكتاب فإِنَّ هٰذا الأَفَّاك عدو لدود للسُّنَّة !
وجاء فالح الحربي فاحتضنوه واحتضنهم وكال لأَهل السُّنَّة الأَكاذيب والافتراءات يقول : إِنَّنا مرجئة المرجئة . . . هم أَخس من المرجئة - والله - ؛ المرجئة أَحسن وأَنبل منهم ، علىٰ ضلالهم أَحسن من هٰؤلاء الكذَّابين .

الكذب أَخبث من البدع يا إخوان ؛ والكذَّاب أَخبث عند أَهل السُّنَّة من المبتدع ؛ المبتدع يروىٰ عنه ، رَوَوْا عن القدرية رَوَوْا عن المرجئة رَوَوْا عن غيرهم من أَصناف أَهل البدع ما لم تكن بدعة كفرية ما لم يكن كذَّابًا ؛ لو كان ينتمي إلىٰ أَهل السُّنَّة كذَّاب فهو عندهم أَحقّ من أَهل البدع .

ومن هنا عقد ابن عدي - رحمهُ الله - في كتابه : " الكامل " حوالي تسعة وعشرين باباً للكذَّابين (1) وباباً واحدًا لأَهل البدع .
وقَبِلَ أَهل السُّنَّة رواية أَهل البدع الصَّادقين غير الدّعاة .

وهٰؤلاء الحدادية يعتبرون من الدُّعاة إِلىٰ البدع ؛ جاءوا بأُصول يرفضها الإِسلام وتحارب السُّنَّة وتحارب منهج السَّلف وطعنوا في أًئِمَّة الإِسلام ؛ الحداد بدأَ ( بابن تيمية ) وثنَّىٰ بابن أَبي العزّ وبابن القيم ؛ واستمرَّ هٰكذا لا يتولىٰ أَحد من أَهل السُّنَّة أَحدًا إِلَّا وطعنوا فيه ؛ وطعنوا في علماء السُّنَّة المعاصرين ؛ فطعنوا في الشَّيخ أَحمد النَّجمي والشَّيخ زيد في الجنوب فمن يقوم بالسُّنَّة ؟!!
وطعنوا في علماء أَهل مكَّة والمدينة فمن يقوم بالسُّنَّة ؟!!
حرب علىٰ السُّنَّة طعنوا في كلِّ سلفي لا يوافق الحدادية كلهم طعنوا فيهم وشوَّهوهم وشوَّهوا أُصولهم ، وجاءوا بأُصول فاسدة مناهضة لمنهج السَّلف فهم امتداد للإِخوان المسلمين بل هم أَسوأُ من الإِخوان المسلمين ؛ ويخدمون أَهل البدع جميعًا ؛ وحرب أَهل السُّنَّة هدفٌ لهم .

كيف - يا أَخي ! - ما تترك سلفيّ ؟! خمسة ستة في مكَّة وعشرة في المدينة في الدُّنيا كلها ما تركوا السَّلفيين لا في مكَّة ولا في المدينة ولا في الطَّائف ولا في جدَّة ؛ كلُّ واحد يقدم خيرًا ويذبُّ عن السُّنَّة طعنوه ؛ هل هٰؤلاء أَهل سُنَّة ؟!!
يقولون : كَذَب ؛ كَذَب ..؛ يحكمون عليهم بالكذب يفترون عليهم ؛ ومنه رمينا نحن بأَنَّنا مُرجئة عند هٰؤلاء الأَفَّاكين .

ووالله ! لا يحاربون الإِرجاء ولا يصدقون في شيء أَبدًا ؛ إِنَّما استلوا الإِرجاء سلاحًا علىٰ أَهل السُّنَّة لأَنَّهم بينوا ضلالهم وضلال ساداتهم وأَسلافهم وسلوا سيف الإِرجاء وسيف الكذب وسيف الفجور علىٰ أَهل السُّنَّة !
فاحذروهم ومن انخدع بهم فليتق الله في نفسه ؛ فوالله لقد وضُحَ أَمرهم فلا عذر لكم ولا شبهة لكم .

إِنَّهم كذَّابون كذَّابون كذَّابون !
وكل يوم يفضحهم الله بالكذب ؛ والله بعض الكفار يخجلون من الكذب وهم لا يخجلون !

وكلما بيَّنْتَ كذب زعمائهم وخياناتهم ازدادوا تشبثًا به وبأُصولهم وبأَطيلهم .

أَين العقول ؟!
أَين الدِّبن ؟!
أَين الخُلُق ؟!

فافهموا هٰؤلاء واحذروهم ؛ وحذِّروا النَّاس من ضلالهم وشرِّهم - وفقكم الله - .

فنحن ندين الله بما في كتاب الله وسنَّة رسول الله - صَلَّىٰ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم - في كل العقائد والأَحكام ، والحلال والحرام ، والصَّغيرة والكبيرة ، وشعب الإِسلام والإِيمان ، كل ذٰلك ندعو إِليه ونموت دونه .

كيف نحن مرجئة ؟!
ونحن نحارب الإِرجاء ونحارب غيره والَّذي يُقَصِّرُ في العمل نبيِّن له وندعوه إِلىٰ الحقِّ فكيف نكون مُرجئة ؟! - قاتلهم الله - .

✅ المصدر :
[[ المجموعٰ / ص : 459 - 462 / ج : 1 / ط : دار الإِمام أَحمد ]].
------------------------
�� WA Ahlus Sunnah Karawang.

(7) Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah

-----
����

���� Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah
          ~~• [ 7 ] •~~

〰〰〰〰〰〰〰〰
�� PELAJARILAH ILMU SYAR'I
〰〰〰〰〰〰〰〰

 Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu berkata, "Wajib atas kalian (mempelajari) ilmu. Karena mencarinya adalah ibadah, mempelajarinya karena Allah merupakan amal kebaikan, mencurahkannya bagi pemilik ilmu adalah taqarrub, mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak berilmu adalah shadaqah, membahasnya adalah jihad, dan mengingat-ingatnya adalah tasbih."

��[ ad-Dailami 2238, Tadzkirah as-Sami' 35, Majmu' al-Fatawa IV/42 ]

       ----   ����   -----

 Ibnu Mas'ud radhiyallahu i berkata, " Wajib atas kalian (mempelajari) ilmu, sebelum ilmu itu diangkat. Diangkatnya ilmu tersebut adalah dengan perginya (wafatnya) para 'ulama.
�� Wajib atas kalian (mempelajari) ilmu, karena kalian tidak tahu kapan dia butuh terhadap ilmu yang ada padanya.

Kalian akan dapati orang-orang yang mengira sedang mengajak (berdakwah) kepada Kitabullah (al-Qur`an), padahal dia telah mencampakkan al-Qur`an tersebut ke belakang punggung mereka.  Wajib atas kalian (mempelajari) ilmu, … "

��[ ad-Darimi (143), Ibnu Wadhdhah (23), al-Ibanah I/324, al-Lalikai I/87 ]

-------------

�� Sumber Artikel
WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

����������
~~~~~~~~~~~~~~~~~~