Kamis, 16 Oktober 2014

(6) Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah

-----
����

���� Silsilah al-Fawai’id as-Salafiyyah
          ~~• [ 6 ] •~~

�� Al-Imam al-Bukhari rahimahullah dalam kitabnya (Shahih al-Bukhari) berkata,

“Bab : Berilmu dahulu sebelum berkata dan beramal. Berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Berilmulah, bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah.” [QS. Muhammad “ 19], pada ayat tersebut Allah memulai dengan perintah untuk berilmu.

“Sesungguhnya para ‘ulama adalah pewaris para nabi. Mereka (para nabi tersebut) mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia telah mengambil bagian yang sempurna. Barangsiapa yang menempuh suatu jalan, yang padanya dia mencari/menuntut ilmu maka niscaya Allah mudahkan untuknya jalan menuju al-Jannah (surga).”

�� Allah Jalla Dzikruhu berfirman, “Hanyalah yang takut kepada Allah dari kalangan hamba-hamba-Nya adalah para ‘ulama.” [QS. Fathir : 28] Allah juga berfirman, “Tidak akan bisa memahaminya (permisalan-permisalan dalam al-Qur`an) kecuali orang-orang yang berilmu.” [QS. Al-‘Ankabut : 43] “Mereka berkata,kalau seandainya kami dulu mendengar dan memahami maka kami tidak akan menjadi penduduk neraka Sa’ir.” [QS. Al-Mulk : 10] “Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu” [az-Zumar : 9]

��Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya, niscaya Allah jadikan dia Faqih (berilmu) tentang agamanya.”

 Ilmu itu hanyalah bisa didapat dengan cara belajar. ...

�� [ Sumber : Shahih al-Bukhari, Kitab al-'Ilmi, bab ke-11 ]

-------------

�� Sumber Artikel:
WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

����������
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(5) Silsilah al-Fawa'id as-Salafiyyah

-----
����

���� Silsilah al-Fawa'id as-Salafiyyah
         ~~• [ 5 ] •~~

������

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
�� "Di antara Prinsip-Prinsip
Dakwah Salafiyyah"
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

 Pertama, Mementingkan dan Perhatian Besar terhadap Mentuntut Ilmu Syar'i dan Upaya Memahami Agama

 Kedua, Semangat untuk Mengamalkan Ilmu

 Ketiga, Berdakwah ke Jalan Allah di atas Bashirah

 Keempat, Perhatian Besar terhadap Aqidah Salaf, baik secara keilmuan, pengamalan, dan mengajarkannya.

 Kelima, Perhatian Besar terhadap Sunnah Nabawiyyah, semangat besar untuk mengamalkannya, dan mengajak kepadanya.

 Keenam, Keterkaitan yang sangat Kuat dengan Para 'Ulama Sunnah

 Ketujuh, Menghindar sejauh-jauhnya dari Hizbiyyah dan Kelompok-kelompok Islam Sirriyyah (rahasia)

 Kedelapan, Konsisten dengan prinsip yang ditunjukkan oleh al-Kitab dan as-Sunnah serta apa yang disepakati oleh Salaful Ummah dalam menyikapi para pemimpin dan pemerintah (muslimin)

 Kesembilan, Menentang Para Ahlul Bid'ah dan Mentahdzir Mereka

�� Kesepuluh, Konsisten dengan al-Kitab dan as-Sunnah dalam Semua Urusan dan Kondisi kita

 
�� Dari Kitab Ushul ad-Dakwah as-Salafiyyah,
✏asy-Syaikh 'Abdus Salam bin Barjis Alu 'Abdil Karim.

����Download Kitab PDF di sini

http://goo.gl/LyVu4S

-------------

�� Sumber Artikel:
WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

����������
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(4) Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah

Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah
        ~~• [ 4 ] •~~
〰〰〰〰〰〰〰
 Apa makna "Salafi" dan
"Salafiyyah"?
〰〰〰〰〰〰〰
 Pertanyaan : Kami ingin tahu tafsir (penjelasan) kata "as-Salaf", dan siapakah Salafiyyun itu?
 Jawab : "as-Salaf" adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Mereka adalah para pengikut Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu para shahabat radhiyallahu 'anhum dan para 'ulama yang berjalan di atas manhaj mereka hingga hari kiamat. Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang al-Firqah an-Najiyah (kelompok yang selamat) beliau menjawab, "Mereka adalah barangsiapa yang berada di atas prinsip seperti yang aku dan para shahabatku berada di atasnya."
 [ Fatwa al-Lajnah ad-Da'imah, no. 6149 ]
 Pertanyaan : Apakah makna "as-Salafiyyah", bagaimana pendapat anda tentangnya?
▫ Jawab : "as-Salafiyyah" adalah penisbatan kepada "as-Salaf". Sedangkan "as-Salaf" adalah para shahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para imam ('ulama) pembawa petunjuk/ilmu dari kalangan generasi tiga abad pertama – radhiyallahu 'anhum - , yang telah dipersaksikan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan kebaikan, yaitu dalam sabda beliau, "Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya."
"as-Salafiyyun" adalah bentuk jamak dari "as-Salafy", yaitu nisbah kepada "as-Salaf". Telah dijelaskan maknanya di atas, yaitu orang-orang yang berjalan di atas manhaj salaf, yakni mengikuti al-Kitab (al-Qur`an) dan as-Sunnah, berdakwah (mengajak) kepada al-Kitab dan as-Sunnah, serta mengamalkannya. Dengan itu mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
 [ Fatwa al-Lajnah ad-Da'imah, no 1361 ]
-------------
Sumber Artikel:
WhatsApp Manhajul Anbiya Indonesia


~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(3) Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah

 Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah
          ~~ [ 3 ] ~~
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 "al-Qur'an Semuanya tentang Tauhid"
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Sesungguhnya al-Qur`an berisi tentang :
1. Berita tentang Allah, Nama-Nama, Shifat-Shifat, dan Perbuatan-Perbuatan-Nya, serta Ucapan-Ucapan-Nya. Inilah TAUHID AL-'ILMI AL-KHABARI (Tauhid yang berisi ilmu dan berita tentang Allah. Yang meliputi Tauhid Rububiyyah dan Tauhid al-Asma wa ash-Shifat, pen)
2. Ajakan untuk beribadah kepada Allah satu-satu-Nya tidak ada sekutu bagi-Nya, dan meninggalkan segala yang diibadahi selain-Nya. Ini TAUHID AL-IRADI ATH-THALABI (Tauhid kehendak dan permintaan hanya kepada Allah. Yakni Tauhid Ibadah / Tauhid Uluhiyyah, pen)
3. Perintah dan larangan, serta keharusan untuk mentaati perintah dan larangan-Nya. Ini adalah HAK-HAK TAUHID dan PENYEMPURNA TAUHID.
4. Berita tentang pemuliaan terhadap ahlu Tauhid, karunia yang mereka dapatkan di dunia, dan kemuliaan yang mereka dapatkan di akhirat. Ini adalah BALASAN BAGI ORANG YANG MENTAUHIDKAN-NYA.
5. Berita tentang orang-orang yang berbuat syirik, hukuman yang menimpa mereka di dunia, dan apa yang ditimpakan kepada di akhirat berupa adzab. Ini adalah hukuman atas BARANGSIAPA YANG KELUAR DARI HUKUM TAUHID.
Jadi al-Qur`an semuanya tentang Tauhid, hak-hak Tauhid, dan balasan bagi yang berTauhid, dan tentang Syirik dan orang-orangnya serta hukuman atas mereka."
[Madarij as-Salikin III/449]

Sumber Artikel:
WhatsApp Manhajul Anbiya Indonesia


~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(2) Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah

Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah [ 2 ]

Al-Imam ‘Ubaidullah bin Muhammad bin Baththah Al-’Ukbari rahimahullah  (wafat tahun 387 H) dalam karya besarnya yang berjudul Al-Ibanah al-Kubra, mengatakan:
 “Bahwa dasar iman kepada Allah yang wajib atas makhluk (manusia dan jin) untuk meyakininya dalam menetapkan keimanan kepada-Nya, ada tiga hal:
 Pertama: Seorang hamba harus meyakini Rububiyyah-Nya, yang dengan itu dia menjadi berbeda dengan atheis yang tidak menetapkan (mengingkari) adanya pencipta.

 Kedua: Seorang hamba harus meyakini Wahdaniyyah-Nya (Uluhiyyah-Nya), yang dengan itu dia menjadi berbeda dengan jalannya orang-orang musyrik yang mengakui sang Pencipta namun menyekutukan-Nya dengan dia beribadah kepada selain-Nya.

 Ketiga: Meyakini bahwa Dia (Allah) bersifat dengan sifat-sifat (kesempurnaan) yang Dia harus bersifat dengannya, berupa sifat Ilmu, Qudrah, Hikmah, dan semua sifat yang Dia menyifati diri-Nya dalam kitab-Nya.”

Sumber Artikel:
WhatsApp Manhajul Anbiya Indonesia

Copyright : http://salafykolaka.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(1) Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah

Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah

[ 1 ]
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Akan selalu ada sekelompok orang (tha'ifah) dari umatku yang tampak (tinggi dan menang) di atas al-Haq. Tidak akan merugikan mereka orang-orang yang menentang mereka, sampai datang kepada mereka keputusan Allah dalam kondisi mereka menang." (hadits mutawatir, diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, dan para 'ulama ahli hadits lainnya, dari sekian banyak shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam)
 Ini adalah berita dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang eksistensi ath-Thaifah al-Manshurah (Kelompok yang senantiasa menang dan jaya). Al-Imam al-Bukhari rahimahullah mengatakan tentang siapa kelompok tersebut, "Mereka adalah para 'ulama."
Dalam hadits lain, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberitakan umat ini akan terpecah belah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka, kecuali hanya satu kelompok saja yang selamat. Para shahabat bertanya siapa kelompok yang selamat tersebut, maka Nabi menjelaskan,
"Apa yang aku berada di atasnya hari ini, dan para shahabatku." (HR. at-Tirmidzi, dan lainnya).
Satu kelompok itu disebut al-Firqah an-Najiyah (Kelompok yang selamat). Yakni selamat dari penyimpangan dan kesesatan di dunia. Selamat dari adzab di akhirat.
 Musa bin Harun rahimahullah berkata, "Aku telah mendengar Ahmad bin Hanbal  rahimahullah ketika ditanya tentang hadits yang berlafazh (artinya) : "umat ini akan berpecah belah menjadi 73 golongan semuanya di neraka kecuali hanya satu golongan…’ beliau mengatakan : “Jika yang dimaksud bukanlah ahlul hadits maka aku tidak tahu siapa mereka.”
Dalam riwayat lain dengan lafazh : “Jika ath-Thaifah al-Manshurah ini bukan Ash-habul Hadits, maka aku tidak tahu lagi siapa mereka.”  Dalam riwayat lain : “Mereka adalah ahlul ‘ilmi dan ahlul atsar.”
(lihat ash-Shahihah I/543)

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali rahimahullah berkata :
“Para ‘ulama Islam yang mu’tabar dari kalangan ahli hadits dan selain mereka telah bersepakat bahwa al-Firqatun Najiyah dan ath-Thaifah al-Manshurah adalah sama. Mayoritas mereka mengatakan : Bahwasanya golongan tersebut adalah ahlul hadits…” [ Lihat kitab Ahlul hadits hum Ath-Thaifah Al-Manshurah an-Najiyah (36) ]
 Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah ditanya : “Apakah anda membedakan antara ath-Thaifah al-Manshurah dengan al-Firqah an-Najiyah?”
Beliau  rahimahullah menjawab : “ath-Thaifah al-Manshurah ialah al-Firqah an-Najiyah, keduanya adalah satu, mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dan mereka adalah as-Salafiyyun.”
[ Lihat al-Ajwibah al-Mufidah ‘an As-ilah al-Manahij al-Jadidah, oleh Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan (75-footnote) ]

Sumber Artikel:
WhatsApp Manhajul Anbiya Indonesia

Copyright : http://salafykolaka.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(1) Silsilah Bantahan Atas Tuduhan Bahwa Syaikh Robi' bin hadi Al madkholi hafidzahullohu Seorang Murji'ah.

------------------------
 Silsilah Bantahan Atas Tuduhan Bahwa Syaikh Robi' Seorang Murji'ah [1] 
------------------------
 APAKAH AMALAN-AMALAN ANGGOTA TUBUH MERUPAKAN SYARAT KESEMPURNAAN IMAN ATAU SYARAT SAHNYA IMAN?
~~~~~~~~~~~~~~~~
 Syaikh DR. Robi' bin Hadi al-Madkholi hafizhohulloh:

 Saya menilai bahwa wajib atas pemuda salafi di semesta alam seluruhnya untuk meninggalkan lafazh-lafazh yang dapat menimbulkan perselisihan dan fitnah, sehingga tatkala sebagian orang menyatakan bahwa amalan-amalan merupakan syarat sempurna (iman) bukan syarat sah maka menjadi fitnah di semesta alam seluruhnya dan jadilah mayoritas dari pengekor hawa nafsu melempar tuduhan kepada orang-orang itu bahwa mereka adalah Murji'ah.

Maka hal ini mengharuskan kita untuk menggunakan lafazh-lafazh yang telah diletakkan dan diistilahkan oleh kaum salaf tentangnya sehingga kita katakan:
Iman adalah ucapan dan perbuatan serta keyakinan yang akan bertambah dengan ketaatan dan akan berkurang dengan kemaksiatan,
⛔ dan kita tidak mengatakan syarat sah dan tidak pula syarat sempurna, akan tetapi jika di sana ada yang faham dan Anda ingin membuatnya puas dengan selamat dengan menggunakan istilah ini atau itu maka jelaskan.

✅ Syaikh Ibnu Baaz rohimahulloh pernah berkata dalam sebuah pertemuan dan aku hadir tatkala beliau ditanya tentang hal ini maka beliau mengatakan:
Amalan-amalan ada yang merupakan syarat sah dan ada yang merupakan syarat sempurna, dan diantara amalan yang merupakan syarat sah seperti cinta kepada Alloh ini termasuk amalan hati, seperti cinta kepada Alloh Tabaroka wa Ta’ala dan berharap kepada-Nya serta takut dari (adzab) -Nya dan bertawakal kepada-Nya  dan seterusnya, ini adalah amalan hati dan dia termasuk dari syarat sah, karena sejatinya setiap mukmin tidak akan beriman kecuali jika dia mencintai Alloh Tabaroka wa Ta’ala, dan membenci musuh-musuh Nya, dan bertawakal kepada-Nya, dan menggantungkan harapannya kepada-Nya, dan takut kepada-Nya, dan merasa diawasi oleh-Nya.

Dan diantara amalan-amalan ada yang merupakan syarat sempurna, dari amalan-amalan anggota tubuh ada yang merupakan syarat sempurna seperti selain rukun-rukun sholat contohnya dan yang semisal itu.

 Dan aku nasehatkan saudara-saudara ku untuk meninggalkan kalimat syarat sempurna dan syarat sah; karena masalah akan tetap ada, maka kita jaga lisan-lisan kita dari hal-hal yang menyebabkan perpecahan dan perselisihan serta banyaknya fitnah juga pertanyaan-pertanyaan.

✅ Sehingga kita katakan seperti yang dikatakan kaum salaf dan kitab-kitab aqidah semuanya telah memuat dengan ungkapan ini, maka tidak akan Anda lihat mereka mengatakan kecuali bahwa iman adalah ucapan dan amalan serta keyakinan yang akan bertambah dengan ketaatan dan akan berkurang dengan kemaksiatan, dan dalil bertambahnya iman ayat Al-Qur’an dan sabda Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam:

«الإِيمَانُ بِضْعٌ وسِتُّون شُعْبَةً، أَعْلاهَا لا إِلَهَ إلاَّ الله، وأَدْنَاها إِمَاطَةُ الأَذَى مِنَ الطَّرِيقِ»
"Iman adalah enam puluh sekian cabang, yang paling tingginya ialah kalimat:
لا إله إلا الله
dan yang paling rendahnya ialah membuang gangguan dari jalan". [1]

Dan hadits-hadits syafa'at menunjukkan atas berkurangnya iman seperti sabda beliau shollallohu 'alaihi wa sallam dari Alloh Azza wa Jalla:
"Keluarkan dari api neraka orang-orang yang di dalam hatinya sebesar dinar dari keimanan... -hingga pada ucapan- keluarkan dari api neraka orang-orang yang di dalam hatinya ada sebesar biji gandum dari keimanan, keluarkan dari api neraka orang-orang yang di dalam hatinya lebih kecil lebih kecil lebih kecil dari biji gandum dari keimanan". [2]
________
[1] Diriwayatkan oleh Muslim (35) dari hadits Abu Huroiroh rodhiallohu 'anhu.

[2] Diriwayatkan oleh Bukhori (7440) dari hadits Abu Sa'id al-Khudri rodhiallohu 'anhu.

al-Lubab min Majmu’ Nashoih wa Taujihat As-syaikh Robi' Lis Syabab.

__✏ Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu Abduh.
~~~~~ ~~~~~~
سلسلة :

[ الردود المفحمة على من يتهم الإمام الربيع بعقيدة المرجئة ]

                   》١《

• السؤال :
هل أعمال الجوارح شرط في كمال الإيمان أم في صحة الإيمان ؟

• الجواب :
أنا أرى أن على الشباب السلفي في العالم كله أن يترك الألفاظ التي تثير الخلافات والفتن، فلما قال بعض الناس أن الأعمال شرط كمال لا شرط صحة صارت فتنة في العالم كله وأصبح كثير من أهل الأهواء يقذفون هؤلاء بأنهم مرجئة.

فهذا يحتم علينا أن نستعمل الألفاظ التي تواضع واصطلح عليها السلف فنقول: الإيمان قول وعمل واعتقاد يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية، ولا نقول شرط صحة ولا شرط كمال، لكن إذا هناك من يفهم وأردت أن تقنعه بسلامة هذا الاصطلاح أو ذاك فتبين .

الشيخ ابن باز رحمه الله قال في جلسة وأنا حاضر لما سئل عن هذا فقال: من الأعمال ما هو شرط صحة ومنها ما هو شرط كمال ، فالذي هو من الأعمال من شروط الصحة كمحبة الله هذا من أفعال القلوب، كمحبة الله تبارك وتعالى - ورجائه والخوف منه والتوكل عليه وإلى آخره، هذه أعمال قلبية وهي من شروط الصحة، فإن المؤمن لا يكون مؤمنا إلا إذا أحب الله تبارك وتعالى - وأبغض أعدائه وتوكل عليه وعلق به رجاءه وخافه وراقبه .
ومن الأعمال ما هو شرط كمال، من أفعال الجوارح ما هو شرط كمال كغير الأركان الصلاة مثلا وما شاكل ذلك .

وأنصح إخواني بأن يتركوا كلمة شرط الكمال وشرط الصحة؛ لأن المشكلة ستبقى قائمة، فنحفظ ألسنتنا مما يسبب الفرقة والخلافات وكثرة الفتن والتساؤلات !

• فنقول كما قال السلف وقد شحنت بهذا التعبير كتب العقائد كلها، فلا تراهم يقولون إلا أن الإيمان قول  وعمل واعتقاد يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية، ودليل الزيادة آيات قرآنية وقول النبي صلى الله عليه وسلم "الإيمان بضع وستون شعبة،أعلاها لا إله إلا الله، وأدناها إماطة الأذى من الطريق" (1).

ودلت أحاديث الشفاعة على نقصانه كقوله صلى الله عليه وسلم عن الله عز وجل
" أخرجوا من النار من في قلبه دينار من إيمان...إلى أن فال أخرجوا من النار من في قلبه مثقال ذرة من إيمان، أخرجوا من النار من في قلبه أدنى أدنى أدنى مثقال ذرة من إيمان" (2).
____________________

1- أخرجه مسلم (35 ) من حديث أبي هريرة رضي الله عنه .
2-أخرجه البخاري (7440 ) من حديث أبي سعد الخدري رضي الله عنه .

✅ المصدر :
[اللباب من مجموع نصائح وتوجيهات الشيخ ربيع للشباب].
------------------------
WA Ahlus Sunnah Karawang.

Adab Dalam Menukil/Copas : NASEHAT BAGI PENGGUNA WHATSAPP


------------

Adab Dalam Menukil/Copas :
NASEHAT BAGI PENGGUNA WHATSAPP (WA)

__________________
��Kepada ikhwah  pengguna WA semoga Allah Ta'ala merahmati antum,  melihat sering terjadi kesalahan dalam menukil dan meyebarkan berita atau faidah ilmu, di sini penulis ingin memberikan sedikit nasehat terutama bagi penulis terlebih dahulu kemudian bagi para pengguna WA  terkhusus bagi antum yg suka menukil, copas atau share berita dan faidah ilmu.

Dalam hal menukil berita atau faidah ilmu tentunya memiliki adab-adab yg harus diperhatikan sehingga dalam menukil berita tidak asal menerima dan menukil berita. 

��Diantaranya:

Meminta izin kepada penulis atau grup yang memposting faidah ilmu tersebut,  namun jika penukil yakin atau ada perasangka kuat bahwa penulis atau grup itu mengijinkan faidah itu untuk disebarkan tanpa meminta ijin terlebih dahulu maka lakukan,  tapi kalo tidak, harus meminta ijin terlebih dahulu.

Ketika menukil nisbatkanlah nukilan itu kepada pemiliknya dengan mencantumkan nama penulis, sumber atau grup yang memposting tulisan tersebut.

Jangan menukil atau menyebarkan satu faidah atau berita yang tidak diketahui atau tidak jelas siapa penulisnya dan sumbernya.

Jangan menukil  faidah ilmu dari penulis atau grup yg bukan Ahlus sunnah.

Jika antum salah atau keliru dalam penukilan maka segera Ruju’ dan menjelaskan kesalahan itu kepada pihak-pihak  atau grup yang telah antum kirim.

♦ Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا...

“wahai orang-orang yang beriman jika seorang fasiq membawa berita kepadamu maka tabayyunlah... ” [QS. Al Hujurat: 6]

♦  Ibnu Sirin berkata,

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِيْنٌ فَانْظُرُوْا عَمَّنْ تَأْخُذُوْنَ دِيْنَكُمْ

“ Sesungguhnya ilmu itu agama,  maka lihatlah kepada siapa kamu mengambil agamamu” [Muqaddimah shahih muslim]

♦ Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

« الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ ».

“Orang yg mengaku-ngaku (berpura-pura mendapatkan) banyak sesuatu yang tidak diberikan kepadanya seperti orang memakai dua pakaian kebohongan”. [Muttafaqun 'alaih]

Mudah mudahan apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi penulis dan ikhwah semua.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Penulis: Abul Abbas Shaleh bin Zainal Abidin | WA FIS Via WA Al-Manshuroh| http://fawaaidwa.blogspot.in/2014/08/nasehat-bagi-pengguna-whatsapp.html?m=1

________________________
     مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد

�� WA Forum Berbagi Faidah

(2) {Kelompok-kelompok Sesat}- Silsilah Al-Firoq Ad-Dhoolah


 Silsilah Al-Firoq Ad-Dhoolah (Kelompok-kelompok Sesat) (2)
-----------------------
 Beberapa penyimpangan kelompok Quthbiyyah Sururiyyah pimpinan Abu Ishaq al-Huwainiy al-Mishriy.
~~~~~~~~~~~~~~~~
 Fadhilatus Syaikh al-Walid Hasan bin Abdil Wahhab Marzuq Albanna -hafizhohulloh-
[Mantan Staf Pengajar Aqidah Universitas Islam Madinah].
------------------------
. Penyimpangan Kedua: Sikap terburu-buru nya (al-Huwainiy) di dalam memunculkan vonis dengan kekafiran atas orang-orang secara individu, dan ini menyelisihi apa yang dipegang oleh para imam Sunnah dari masa dahulu maupun masa kini; dimana mereka begitu hati-hati dalam permasalahan ini, dan mereka tidak terburu-buru dalam perkara tersebut, melihat kepada ancaman yang begitu keras yang teriwayatkan tentang orang yang mengkafirkan seorang muslim tanpa haq, dan penulis telah menyebutkan penukilan-penukilan yang mencukupi dari mereka-mereka para imam di dalam menjelaskan tentang celaan mereka terhadap sikap terburu-buru dalam mengkafirkan (seorang muslim tanpa haq, pent)
Dan sikap terburu-buru ini dalam mengkafirkan -tanpa terpenuhinya persyaratan dan terhapusnya halangan-halangan- ialah merupakan kebiasaan kaum Khowarij terdahulu maupun masa kini, maka itu merupakan tanda yang tampak di zaman kita bagi siapa saja yang berjalan di atas manhajnya (Sayyid) Quthub dan (Muhammad) Surur.

 Al-Hudud al-fashilah baina ushul manhaj as-salafus sholih wa ushul al-quthbiyyah as-sururiyyah, Abu Abdil A'la Kholid al-Mishriy. [Mukaddimah Syaikh Albanna] Hal. 13.

__✏ Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu Abduh.
~~~~~ ~~~~~
قال الشيخ الوالد حسن بن عبد الوهاب مرزوق البنا -حفظه الله-:
~ المخالفة الثانية: تسرعه في إصدار الحكم بالتكفير على المعينين، وهذا خلاف ما عليه أئمة السنة من السابقين والمعاصرين؛ حيث إنهم يتأنون في هذا الباب، ولا يسارعون فيه، نظراً للوعيد الشديد الوارد فيمن كفّر مسلماً بغير حق، وقد أورد المصنف النقولات الوافية عن هؤلاء الأئمة في بيان ذمّهم التسرع في التكفير.
وهذا التسرع في التكفير -دون توفر الشروط واوتفاء الموانع- هو دأب الخوارج قديماً وحديثاً، فهو سمة بارزة في زماننا لمن سار على نهج قطب وسرور.
يتبع بإذن الله تعالى.
الحدود الفاصلة بين أصول منهج السلف الصالح وأصول القطبية السرورية، لأبي عبد الأعلى خالد المصري. صـ ١٣. 

 WhatsApp Ahlus Sunnah Karawang  
.================

Jumat, 10 Oktober 2014

{ Fatwa}- IHYA'UT TURATS MEMBAGI-BAGIKAN KITAB ASY-SYAIKH AL-FAUZAN UNTUK MENIPU MANUSIA

Asy-Syaikh Al-Allamah Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly hafizhahullah berkata pada haji tahun 1435 H ketika menyampaikan nasehat kepada sebagian ikhwah dari Suriyah:

“Terutama kitab Al-Bukhary dan Muslim, hendaklah kalian memiliki perhatian yang besar terhadapnya dengan mempelajari, memahami, dan menghafalnya!”

Salah seorang ikhwah: Wahai Syaikh kami, bolehkah mereka merekamnya agar bisa menyampaikannya kepada ikhwah, karena ini adalah perkataan yang bagus?

Asy-Syaikh Rabi’: Hendaklah kalian memiliki perhatian yang besar terhadap kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim serta para imam dakwah di Nejed (Arab Saudi –pent), hendaklah kalian memiliki perhatian yang besar terhadapnya, pahamilah, dan berjalanlah di bawah cahayanya. Baarakallahu fiikum.
Kemudian, janganlah kalian mengulurkan tangan kalian kepada yayasan-yayasan seperti Ihya'ut Turats dan selainnya, tetapi hendaknya kalian meminta pertolongan dengan harta yang Allah berikan kepada kalian saja walaupun sedikit, baarakallahu fiik.
Karena sesungguhnya dakwah salafiyah tegak di atas pundak-pundak Salafiyun dan apa yang mereka miliki berupa harta yang sedikit dan kefakiran yang banyak, baarakallahu fiikum. Dakwah tidak tegak dengan cara mengumpulkan harta. Mengumpulkan harta hanya akan merusak dakwah. Menerima harta dari yayasan-yayasan yang tidak di atas manhaj Salaf hanya akan menyebabkan sesatnya seorang salafy.
Maka hendaknya kalian benar-benar mewaspadai jangan sampai bekerja sama dengan yayasan-yayasan semacam ini.
Mintalah pertolongan dengan harta yang Allah berikan kepada kalian walaupun sedikit, dan berjalanlah di atas jalan yang ditempuh oleh para Salaf dengan bersikap zuhud dan wara’ –baarakallahu fiikum– dan dalam menyebarkan dakwah Salafiyah dengan cara yang benar. Semoga Allah memberi taufik kepada semua pihak.

DAN SAYA PERINGATKAN KALIAN SECARA KHUSUS DARI IHYA'UT TURATS, KARENA SESUNGGUHNYA YAYASAN INI DI DUNIA INI TERUS BERUSAHA MEMECAH BELAH SALAFIYUN DAN MENCABIK-CABIK MEREKA SERTA MERUBAH MEREKA KEPADA MANHAJ ABDURRAHMAN ABDUL KHALIQ pentolon Al-Ikhwan Al-Muslimun yang parah itu. Hayyakumullah.

Salah seorang ikhwah: Wahai Syaikh kami, baarakallahu fiik, ada perkara yang lain yaitu mereka (Ihya'ut Turats) suka membagi-bagikan kitab-kitab Salaf, seperti dengan mereka membagi-bagikan kitab-kitab Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan.

Asy-Syaikh Rabi’: Mereka menjadikannya sebagai kedok.

Penanya: Ya wahai Syaikh kami, kami ingin penjelasan tentang perkara ini dari Anda.

Asy-Syaikh: Mereka berkedok dengan cara seperti ini, mereka menyembunyikan hakekat mereka dengan hal ini, mereka membagi-bagikan kitab-kitab Salaf dan selainnya –baarakallahu fiik– dalam keadaan mereka merasa puas dengan manhaj Abdurrahman Abdul Khaliq pentolon Al-Ikhwan Al-Muslimun yang parah itu.

Penanya: Wahai Syaikh kami, apakah kami harus menolak kitab-kitab pemberian mereka?

Asy-Syaikh Rabi’: Kalian jangan bekerja sama dengan mereka.

Penanya: Baarakallahu fiik wahai Syaikh kami, jazakallahu khairan.

Ditranskrip oleh: Abu Abdirrahman Usamah
14 Dzulhijjah 1435 Hy

Sumber:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=147717

Ihya’ut Turats Membagi-bagikan Kitab Asy-Syaikh Al-Fauzan Untuk Menipu Manusia -http://tukpencarialhaq.com/2014/10/10/ihyaut-turats-membagi-bagikan-kitab-asy-syaikh-al-fauzan-untuk-menipu-manusia/