Kamis, 16 Oktober 2014

(3) Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah

 Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah
          ~~ [ 3 ] ~~
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 "al-Qur'an Semuanya tentang Tauhid"
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Sesungguhnya al-Qur`an berisi tentang :
1. Berita tentang Allah, Nama-Nama, Shifat-Shifat, dan Perbuatan-Perbuatan-Nya, serta Ucapan-Ucapan-Nya. Inilah TAUHID AL-'ILMI AL-KHABARI (Tauhid yang berisi ilmu dan berita tentang Allah. Yang meliputi Tauhid Rububiyyah dan Tauhid al-Asma wa ash-Shifat, pen)
2. Ajakan untuk beribadah kepada Allah satu-satu-Nya tidak ada sekutu bagi-Nya, dan meninggalkan segala yang diibadahi selain-Nya. Ini TAUHID AL-IRADI ATH-THALABI (Tauhid kehendak dan permintaan hanya kepada Allah. Yakni Tauhid Ibadah / Tauhid Uluhiyyah, pen)
3. Perintah dan larangan, serta keharusan untuk mentaati perintah dan larangan-Nya. Ini adalah HAK-HAK TAUHID dan PENYEMPURNA TAUHID.
4. Berita tentang pemuliaan terhadap ahlu Tauhid, karunia yang mereka dapatkan di dunia, dan kemuliaan yang mereka dapatkan di akhirat. Ini adalah BALASAN BAGI ORANG YANG MENTAUHIDKAN-NYA.
5. Berita tentang orang-orang yang berbuat syirik, hukuman yang menimpa mereka di dunia, dan apa yang ditimpakan kepada di akhirat berupa adzab. Ini adalah hukuman atas BARANGSIAPA YANG KELUAR DARI HUKUM TAUHID.
Jadi al-Qur`an semuanya tentang Tauhid, hak-hak Tauhid, dan balasan bagi yang berTauhid, dan tentang Syirik dan orang-orangnya serta hukuman atas mereka."
[Madarij as-Salikin III/449]

Sumber Artikel:
WhatsApp Manhajul Anbiya Indonesia


~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(2) Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah

Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah [ 2 ]

Al-Imam ‘Ubaidullah bin Muhammad bin Baththah Al-’Ukbari rahimahullah  (wafat tahun 387 H) dalam karya besarnya yang berjudul Al-Ibanah al-Kubra, mengatakan:
 “Bahwa dasar iman kepada Allah yang wajib atas makhluk (manusia dan jin) untuk meyakininya dalam menetapkan keimanan kepada-Nya, ada tiga hal:
 Pertama: Seorang hamba harus meyakini Rububiyyah-Nya, yang dengan itu dia menjadi berbeda dengan atheis yang tidak menetapkan (mengingkari) adanya pencipta.

 Kedua: Seorang hamba harus meyakini Wahdaniyyah-Nya (Uluhiyyah-Nya), yang dengan itu dia menjadi berbeda dengan jalannya orang-orang musyrik yang mengakui sang Pencipta namun menyekutukan-Nya dengan dia beribadah kepada selain-Nya.

 Ketiga: Meyakini bahwa Dia (Allah) bersifat dengan sifat-sifat (kesempurnaan) yang Dia harus bersifat dengannya, berupa sifat Ilmu, Qudrah, Hikmah, dan semua sifat yang Dia menyifati diri-Nya dalam kitab-Nya.”

Sumber Artikel:
WhatsApp Manhajul Anbiya Indonesia

Copyright : http://salafykolaka.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(1) Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah

Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah

[ 1 ]
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Akan selalu ada sekelompok orang (tha'ifah) dari umatku yang tampak (tinggi dan menang) di atas al-Haq. Tidak akan merugikan mereka orang-orang yang menentang mereka, sampai datang kepada mereka keputusan Allah dalam kondisi mereka menang." (hadits mutawatir, diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, dan para 'ulama ahli hadits lainnya, dari sekian banyak shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam)
 Ini adalah berita dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang eksistensi ath-Thaifah al-Manshurah (Kelompok yang senantiasa menang dan jaya). Al-Imam al-Bukhari rahimahullah mengatakan tentang siapa kelompok tersebut, "Mereka adalah para 'ulama."
Dalam hadits lain, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberitakan umat ini akan terpecah belah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka, kecuali hanya satu kelompok saja yang selamat. Para shahabat bertanya siapa kelompok yang selamat tersebut, maka Nabi menjelaskan,
"Apa yang aku berada di atasnya hari ini, dan para shahabatku." (HR. at-Tirmidzi, dan lainnya).
Satu kelompok itu disebut al-Firqah an-Najiyah (Kelompok yang selamat). Yakni selamat dari penyimpangan dan kesesatan di dunia. Selamat dari adzab di akhirat.
 Musa bin Harun rahimahullah berkata, "Aku telah mendengar Ahmad bin Hanbal  rahimahullah ketika ditanya tentang hadits yang berlafazh (artinya) : "umat ini akan berpecah belah menjadi 73 golongan semuanya di neraka kecuali hanya satu golongan…’ beliau mengatakan : “Jika yang dimaksud bukanlah ahlul hadits maka aku tidak tahu siapa mereka.”
Dalam riwayat lain dengan lafazh : “Jika ath-Thaifah al-Manshurah ini bukan Ash-habul Hadits, maka aku tidak tahu lagi siapa mereka.”  Dalam riwayat lain : “Mereka adalah ahlul ‘ilmi dan ahlul atsar.”
(lihat ash-Shahihah I/543)

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali rahimahullah berkata :
“Para ‘ulama Islam yang mu’tabar dari kalangan ahli hadits dan selain mereka telah bersepakat bahwa al-Firqatun Najiyah dan ath-Thaifah al-Manshurah adalah sama. Mayoritas mereka mengatakan : Bahwasanya golongan tersebut adalah ahlul hadits…” [ Lihat kitab Ahlul hadits hum Ath-Thaifah Al-Manshurah an-Najiyah (36) ]
 Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah ditanya : “Apakah anda membedakan antara ath-Thaifah al-Manshurah dengan al-Firqah an-Najiyah?”
Beliau  rahimahullah menjawab : “ath-Thaifah al-Manshurah ialah al-Firqah an-Najiyah, keduanya adalah satu, mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dan mereka adalah as-Salafiyyun.”
[ Lihat al-Ajwibah al-Mufidah ‘an As-ilah al-Manahij al-Jadidah, oleh Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan (75-footnote) ]

Sumber Artikel:
WhatsApp Manhajul Anbiya Indonesia

Copyright : http://salafykolaka.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

(1) Silsilah Bantahan Atas Tuduhan Bahwa Syaikh Robi' bin hadi Al madkholi hafidzahullohu Seorang Murji'ah.

------------------------
 Silsilah Bantahan Atas Tuduhan Bahwa Syaikh Robi' Seorang Murji'ah [1] 
------------------------
 APAKAH AMALAN-AMALAN ANGGOTA TUBUH MERUPAKAN SYARAT KESEMPURNAAN IMAN ATAU SYARAT SAHNYA IMAN?
~~~~~~~~~~~~~~~~
 Syaikh DR. Robi' bin Hadi al-Madkholi hafizhohulloh:

 Saya menilai bahwa wajib atas pemuda salafi di semesta alam seluruhnya untuk meninggalkan lafazh-lafazh yang dapat menimbulkan perselisihan dan fitnah, sehingga tatkala sebagian orang menyatakan bahwa amalan-amalan merupakan syarat sempurna (iman) bukan syarat sah maka menjadi fitnah di semesta alam seluruhnya dan jadilah mayoritas dari pengekor hawa nafsu melempar tuduhan kepada orang-orang itu bahwa mereka adalah Murji'ah.

Maka hal ini mengharuskan kita untuk menggunakan lafazh-lafazh yang telah diletakkan dan diistilahkan oleh kaum salaf tentangnya sehingga kita katakan:
Iman adalah ucapan dan perbuatan serta keyakinan yang akan bertambah dengan ketaatan dan akan berkurang dengan kemaksiatan,
⛔ dan kita tidak mengatakan syarat sah dan tidak pula syarat sempurna, akan tetapi jika di sana ada yang faham dan Anda ingin membuatnya puas dengan selamat dengan menggunakan istilah ini atau itu maka jelaskan.

✅ Syaikh Ibnu Baaz rohimahulloh pernah berkata dalam sebuah pertemuan dan aku hadir tatkala beliau ditanya tentang hal ini maka beliau mengatakan:
Amalan-amalan ada yang merupakan syarat sah dan ada yang merupakan syarat sempurna, dan diantara amalan yang merupakan syarat sah seperti cinta kepada Alloh ini termasuk amalan hati, seperti cinta kepada Alloh Tabaroka wa Ta’ala dan berharap kepada-Nya serta takut dari (adzab) -Nya dan bertawakal kepada-Nya  dan seterusnya, ini adalah amalan hati dan dia termasuk dari syarat sah, karena sejatinya setiap mukmin tidak akan beriman kecuali jika dia mencintai Alloh Tabaroka wa Ta’ala, dan membenci musuh-musuh Nya, dan bertawakal kepada-Nya, dan menggantungkan harapannya kepada-Nya, dan takut kepada-Nya, dan merasa diawasi oleh-Nya.

Dan diantara amalan-amalan ada yang merupakan syarat sempurna, dari amalan-amalan anggota tubuh ada yang merupakan syarat sempurna seperti selain rukun-rukun sholat contohnya dan yang semisal itu.

 Dan aku nasehatkan saudara-saudara ku untuk meninggalkan kalimat syarat sempurna dan syarat sah; karena masalah akan tetap ada, maka kita jaga lisan-lisan kita dari hal-hal yang menyebabkan perpecahan dan perselisihan serta banyaknya fitnah juga pertanyaan-pertanyaan.

✅ Sehingga kita katakan seperti yang dikatakan kaum salaf dan kitab-kitab aqidah semuanya telah memuat dengan ungkapan ini, maka tidak akan Anda lihat mereka mengatakan kecuali bahwa iman adalah ucapan dan amalan serta keyakinan yang akan bertambah dengan ketaatan dan akan berkurang dengan kemaksiatan, dan dalil bertambahnya iman ayat Al-Qur’an dan sabda Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam:

«ุงู„ุฅِูŠู…َุงู†ُ ุจِุถْุนٌ ูˆุณِุชُّูˆู† ุดُุนْุจَุฉً، ุฃَุนْู„ุงู‡َุง ู„ุง ุฅِู„َู‡َ ุฅู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡، ูˆุฃَุฏْู†َุงู‡ุง ุฅِู…َุงุทَุฉُ ุงู„ุฃَุฐَู‰ ู…ِู†َ ุงู„ุทَّุฑِูŠู‚ِ»
"Iman adalah enam puluh sekian cabang, yang paling tingginya ialah kalimat:
ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡
dan yang paling rendahnya ialah membuang gangguan dari jalan". [1]

Dan hadits-hadits syafa'at menunjukkan atas berkurangnya iman seperti sabda beliau shollallohu 'alaihi wa sallam dari Alloh Azza wa Jalla:
"Keluarkan dari api neraka orang-orang yang di dalam hatinya sebesar dinar dari keimanan... -hingga pada ucapan- keluarkan dari api neraka orang-orang yang di dalam hatinya ada sebesar biji gandum dari keimanan, keluarkan dari api neraka orang-orang yang di dalam hatinya lebih kecil lebih kecil lebih kecil dari biji gandum dari keimanan". [2]
________
[1] Diriwayatkan oleh Muslim (35) dari hadits Abu Huroiroh rodhiallohu 'anhu.

[2] Diriwayatkan oleh Bukhori (7440) dari hadits Abu Sa'id al-Khudri rodhiallohu 'anhu.

al-Lubab min Majmu’ Nashoih wa Taujihat As-syaikh Robi' Lis Syabab.

__✏ Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu Abduh.
~~~~~ ~~~~~~
ุณู„ุณู„ุฉ :

[ ุงู„ุฑุฏูˆุฏ ุงู„ู…ูุญู…ุฉ ุนู„ู‰ ู…ู† ูŠุชู‡ู… ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุฑุจูŠุน ุจุนู‚ูŠุฏุฉ ุงู„ู…ุฑุฌุฆุฉ ]

                   》ูก《

• ุงู„ุณุคุงู„ :
ู‡ู„ ุฃุนู…ุงู„ ุงู„ุฌูˆุงุฑุญ ุดุฑุท ููŠ ูƒู…ุงู„ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุฃู… ููŠ ุตุญุฉ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ؟

• ุงู„ุฌูˆุงุจ :
ุฃู†ุง ุฃุฑู‰ ุฃู† ุนู„ู‰ ุงู„ุดุจุงุจ ุงู„ุณู„ููŠ ููŠ ุงู„ุนุงู„ู… ูƒู„ู‡ ุฃู† ูŠุชุฑูƒ ุงู„ุฃู„ูุงุธ ุงู„ุชูŠ ุชุซูŠุฑ ุงู„ุฎู„ุงูุงุช ูˆุงู„ูุชู†، ูู„ู…ุง ู‚ุงู„ ุจุนุถ ุงู„ู†ุงุณ ุฃู† ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุดุฑุท ูƒู…ุงู„ ู„ุง ุดุฑุท ุตุญุฉ ุตุงุฑุช ูุชู†ุฉ ููŠ ุงู„ุนุงู„ู… ูƒู„ู‡ ูˆุฃุตุจุญ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุฃู‡ูˆุงุก ูŠู‚ุฐููˆู† ู‡ุคู„ุงุก ุจุฃู†ู‡ู… ู…ุฑุฌุฆุฉ.

ูู‡ุฐุง ูŠุญุชู… ุนู„ูŠู†ุง ุฃู† ู†ุณุชุนู…ู„ ุงู„ุฃู„ูุงุธ ุงู„ุชูŠ ุชูˆุงุถุน ูˆุงุตุทู„ุญ ุนู„ูŠู‡ุง ุงู„ุณู„ู ูู†ู‚ูˆู„: ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ู‚ูˆู„ ูˆุนู…ู„ ูˆุงุนุชู‚ุงุฏ ูŠุฒูŠุฏ ุจุงู„ุทุงุนุฉ ูˆูŠู†ู‚ุต ุจุงู„ู…ุนุตูŠุฉ، ูˆู„ุง ู†ู‚ูˆู„ ุดุฑุท ุตุญุฉ ูˆู„ุง ุดุฑุท ูƒู…ุงู„، ู„ูƒู† ุฅุฐุง ู‡ู†ุงูƒ ู…ู† ูŠูู‡ู… ูˆุฃุฑุฏุช ุฃู† ุชู‚ู†ุนู‡ ุจุณู„ุงู…ุฉ ู‡ุฐุง ุงู„ุงุตุทู„ุงุญ ุฃูˆ ุฐุงูƒ ูุชุจูŠู† .

ุงู„ุดูŠุฎ ุงุจู† ุจุงุฒ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ู‚ุงู„ ููŠ ุฌู„ุณุฉ ูˆุฃู†ุง ุญุงุถุฑ ู„ู…ุง ุณุฆู„ ุนู† ู‡ุฐุง ูู‚ุงู„: ู…ู† ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ู…ุง ู‡ูˆ ุดุฑุท ุตุญุฉ ูˆู…ู†ู‡ุง ู…ุง ู‡ูˆ ุดุฑุท ูƒู…ุงู„ ، ูุงู„ุฐูŠ ู‡ูˆ ู…ู† ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ู…ู† ุดุฑูˆุท ุงู„ุตุญุฉ ูƒู…ุญุจุฉ ุงู„ู„ู‡ ู‡ุฐุง ู…ู† ุฃูุนุงู„ ุงู„ู‚ู„ูˆุจ، ูƒู…ุญุจุฉ ุงู„ู„ู‡ ุชุจุงุฑูƒ ูˆุชุนุงู„ู‰ - ูˆุฑุฌุงุฆู‡ ูˆุงู„ุฎูˆู ู…ู†ู‡ ูˆุงู„ุชูˆูƒู„ ุนู„ูŠู‡ ูˆุฅู„ู‰ ุขุฎุฑู‡، ู‡ุฐู‡ ุฃุนู…ุงู„ ู‚ู„ุจูŠุฉ ูˆู‡ูŠ ู…ู† ุดุฑูˆุท ุงู„ุตุญุฉ، ูุฅู† ุงู„ู…ุคู…ู† ู„ุง ูŠูƒูˆู† ู…ุคู…ู†ุง ุฅู„ุง ุฅุฐุง ุฃุญุจ ุงู„ู„ู‡ ุชุจุงุฑูƒ ูˆุชุนุงู„ู‰ - ูˆุฃุจุบุถ ุฃุนุฏุงุฆู‡ ูˆุชูˆูƒู„ ุนู„ูŠู‡ ูˆุนู„ู‚ ุจู‡ ุฑุฌุงุกู‡ ูˆุฎุงูู‡ ูˆุฑุงู‚ุจู‡ .
ูˆู…ู† ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ู…ุง ู‡ูˆ ุดุฑุท ูƒู…ุงู„، ู…ู† ุฃูุนุงู„ ุงู„ุฌูˆุงุฑุญ ู…ุง ู‡ูˆ ุดุฑุท ูƒู…ุงู„ ูƒุบูŠุฑ ุงู„ุฃุฑูƒุงู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ู…ุซู„ุง ูˆู…ุง ุดุงูƒู„ ุฐู„ูƒ .

ูˆุฃู†ุตุญ ุฅุฎูˆุงู†ูŠ ุจุฃู† ูŠุชุฑูƒูˆุง ูƒู„ู…ุฉ ุดุฑุท ุงู„ูƒู…ุงู„ ูˆุดุฑุท ุงู„ุตุญุฉ؛ ู„ุฃู† ุงู„ู…ุดูƒู„ุฉ ุณุชุจู‚ู‰ ู‚ุงุฆู…ุฉ، ูู†ุญูุธ ุฃู„ุณู†ุชู†ุง ู…ู…ุง ูŠุณุจุจ ุงู„ูุฑู‚ุฉ ูˆุงู„ุฎู„ุงูุงุช ูˆูƒุซุฑุฉ ุงู„ูุชู† ูˆุงู„ุชุณุงุคู„ุงุช !

• ูู†ู‚ูˆู„ ูƒู…ุง ู‚ุงู„ ุงู„ุณู„ู ูˆู‚ุฏ ุดุญู†ุช ุจู‡ุฐุง ุงู„ุชุนุจูŠุฑ ูƒุชุจ ุงู„ุนู‚ุงุฆุฏ ูƒู„ู‡ุง، ูู„ุง ุชุฑุงู‡ู… ูŠู‚ูˆู„ูˆู† ุฅู„ุง ุฃู† ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ู‚ูˆู„  ูˆุนู…ู„ ูˆุงุนุชู‚ุงุฏ ูŠุฒูŠุฏ ุจุงู„ุทุงุนุฉ ูˆูŠู†ู‚ุต ุจุงู„ู…ุนุตูŠุฉ، ูˆุฏู„ูŠู„ ุงู„ุฒูŠุงุฏุฉ ุขูŠุงุช ู‚ุฑุขู†ูŠุฉ ูˆู‚ูˆู„ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… "ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุจุถุน ูˆุณุชูˆู† ุดุนุจุฉ،ุฃุนู„ุงู‡ุง ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡، ูˆุฃุฏู†ุงู‡ุง ุฅู…ุงุทุฉ ุงู„ุฃุฐู‰ ู…ู† ุงู„ุทุฑูŠู‚" (1).

ูˆุฏู„ุช ุฃุญุงุฏูŠุซ ุงู„ุดูุงุนุฉ ุนู„ู‰ ู†ู‚ุตุงู†ู‡ ูƒู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนู† ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„
" ุฃุฎุฑุฌูˆุง ู…ู† ุงู„ู†ุงุฑ ู…ู† ููŠ ู‚ู„ุจู‡ ุฏูŠู†ุงุฑ ู…ู† ุฅูŠู…ุงู†...ุฅู„ู‰ ุฃู† ูุงู„ ุฃุฎุฑุฌูˆุง ู…ู† ุงู„ู†ุงุฑ ู…ู† ููŠ ู‚ู„ุจู‡ ู…ุซู‚ุงู„ ุฐุฑุฉ ู…ู† ุฅูŠู…ุงู†، ุฃุฎุฑุฌูˆุง ู…ู† ุงู„ู†ุงุฑ ู…ู† ููŠ ู‚ู„ุจู‡ ุฃุฏู†ู‰ ุฃุฏู†ู‰ ุฃุฏู†ู‰ ู…ุซู‚ุงู„ ุฐุฑุฉ ู…ู† ุฅูŠู…ุงู†" (2).
____________________

1- ุฃุฎุฑุฌู‡ ู…ุณู„ู… (35 ) ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ .
2-ุฃุฎุฑุฌู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ (7440 ) ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฃุจูŠ ุณุนุฏ ุงู„ุฎุฏุฑูŠ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ .

✅ ุงู„ู…ุตุฏุฑ :
[ุงู„ู„ุจุงุจ ู…ู† ู…ุฌู…ูˆุน ู†ุตุงุฆุญ ูˆุชูˆุฌูŠู‡ุงุช ุงู„ุดูŠุฎ ุฑุจูŠุน ู„ู„ุดุจุงุจ].
------------------------
WA Ahlus Sunnah Karawang.

Adab Dalam Menukil/Copas : NASEHAT BAGI PENGGUNA WHATSAPP


------------

Adab Dalam Menukil/Copas :
NASEHAT BAGI PENGGUNA WHATSAPP (WA)

__________________
��Kepada ikhwah  pengguna WA semoga Allah Ta'ala merahmati antum,  melihat sering terjadi kesalahan dalam menukil dan meyebarkan berita atau faidah ilmu, di sini penulis ingin memberikan sedikit nasehat terutama bagi penulis terlebih dahulu kemudian bagi para pengguna WA  terkhusus bagi antum yg suka menukil, copas atau share berita dan faidah ilmu.

Dalam hal menukil berita atau faidah ilmu tentunya memiliki adab-adab yg harus diperhatikan sehingga dalam menukil berita tidak asal menerima dan menukil berita. 

��Diantaranya:

Meminta izin kepada penulis atau grup yang memposting faidah ilmu tersebut,  namun jika penukil yakin atau ada perasangka kuat bahwa penulis atau grup itu mengijinkan faidah itu untuk disebarkan tanpa meminta ijin terlebih dahulu maka lakukan,  tapi kalo tidak, harus meminta ijin terlebih dahulu.

Ketika menukil nisbatkanlah nukilan itu kepada pemiliknya dengan mencantumkan nama penulis, sumber atau grup yang memposting tulisan tersebut.

Jangan menukil atau menyebarkan satu faidah atau berita yang tidak diketahui atau tidak jelas siapa penulisnya dan sumbernya.

Jangan menukil  faidah ilmu dari penulis atau grup yg bukan Ahlus sunnah.

Jika antum salah atau keliru dalam penukilan maka segera Ruju’ dan menjelaskan kesalahan itu kepada pihak-pihak  atau grup yang telah antum kirim.

♦ Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا...

“wahai orang-orang yang beriman jika seorang fasiq membawa berita kepadamu maka tabayyunlah... ” [QS. Al Hujurat: 6]

♦  Ibnu Sirin berkata,

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِيْنٌ فَانْظُرُوْا عَمَّنْ تَأْخُذُوْنَ دِيْنَكُمْ

“ Sesungguhnya ilmu itu agama,  maka lihatlah kepada siapa kamu mengambil agamamu” [Muqaddimah shahih muslim]

♦ Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

« الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ ».

“Orang yg mengaku-ngaku (berpura-pura mendapatkan) banyak sesuatu yang tidak diberikan kepadanya seperti orang memakai dua pakaian kebohongan”. [Muttafaqun 'alaih]

Mudah mudahan apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi penulis dan ikhwah semua.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Penulis: Abul Abbas Shaleh bin Zainal Abidin | WA FIS Via WA Al-Manshuroh| http://fawaaidwa.blogspot.in/2014/08/nasehat-bagi-pengguna-whatsapp.html?m=1

________________________
     مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد

�� WA Forum Berbagi Faidah

(2) {Kelompok-kelompok Sesat}- Silsilah Al-Firoq Ad-Dhoolah


 Silsilah Al-Firoq Ad-Dhoolah (Kelompok-kelompok Sesat) (2)
-----------------------
 Beberapa penyimpangan kelompok Quthbiyyah Sururiyyah pimpinan Abu Ishaq al-Huwainiy al-Mishriy.
~~~~~~~~~~~~~~~~
 Fadhilatus Syaikh al-Walid Hasan bin Abdil Wahhab Marzuq Albanna -hafizhohulloh-
[Mantan Staf Pengajar Aqidah Universitas Islam Madinah].
------------------------
. Penyimpangan Kedua: Sikap terburu-buru nya (al-Huwainiy) di dalam memunculkan vonis dengan kekafiran atas orang-orang secara individu, dan ini menyelisihi apa yang dipegang oleh para imam Sunnah dari masa dahulu maupun masa kini; dimana mereka begitu hati-hati dalam permasalahan ini, dan mereka tidak terburu-buru dalam perkara tersebut, melihat kepada ancaman yang begitu keras yang teriwayatkan tentang orang yang mengkafirkan seorang muslim tanpa haq, dan penulis telah menyebutkan penukilan-penukilan yang mencukupi dari mereka-mereka para imam di dalam menjelaskan tentang celaan mereka terhadap sikap terburu-buru dalam mengkafirkan (seorang muslim tanpa haq, pent)
Dan sikap terburu-buru ini dalam mengkafirkan -tanpa terpenuhinya persyaratan dan terhapusnya halangan-halangan- ialah merupakan kebiasaan kaum Khowarij terdahulu maupun masa kini, maka itu merupakan tanda yang tampak di zaman kita bagi siapa saja yang berjalan di atas manhajnya (Sayyid) Quthub dan (Muhammad) Surur.

 Al-Hudud al-fashilah baina ushul manhaj as-salafus sholih wa ushul al-quthbiyyah as-sururiyyah, Abu Abdil A'la Kholid al-Mishriy. [Mukaddimah Syaikh Albanna] Hal. 13.

__✏ Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu Abduh.
~~~~~ ~~~~~
ู‚ุงู„ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ูˆุงู„ุฏ ุญุณู† ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ูˆู‡ุงุจ ู…ุฑุฒูˆู‚ ุงู„ุจู†ุง -ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡-:
~ ุงู„ู…ุฎุงู„ูุฉ ุงู„ุซุงู†ูŠุฉ: ุชุณุฑุนู‡ ููŠ ุฅุตุฏุงุฑ ุงู„ุญูƒู… ุจุงู„ุชูƒููŠุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุนูŠู†ูŠู†، ูˆู‡ุฐุง ุฎู„ุงู ู…ุง ุนู„ูŠู‡ ุฃุฆู…ุฉ ุงู„ุณู†ุฉ ู…ู† ุงู„ุณุงุจู‚ูŠู† ูˆุงู„ู…ุนุงุตุฑูŠู†؛ ุญูŠุซ ุฅู†ู‡ู… ูŠุชุฃู†ูˆู† ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ุจุงุจ، ูˆู„ุง ูŠุณุงุฑุนูˆู† ููŠู‡، ู†ุธุฑุงً ู„ู„ูˆุนูŠุฏ ุงู„ุดุฏูŠุฏ ุงู„ูˆุงุฑุฏ ููŠู…ู† ูƒูّุฑ ู…ุณู„ู…ุงً ุจุบูŠุฑ ุญู‚، ูˆู‚ุฏ ุฃูˆุฑุฏ ุงู„ู…ุตู†ู ุงู„ู†ู‚ูˆู„ุงุช ุงู„ูˆุงููŠุฉ ุนู† ู‡ุคู„ุงุก ุงู„ุฃุฆู…ุฉ ููŠ ุจูŠุงู† ุฐู…ّู‡ู… ุงู„ุชุณุฑุน ููŠ ุงู„ุชูƒููŠุฑ.
ูˆู‡ุฐุง ุงู„ุชุณุฑุน ููŠ ุงู„ุชูƒููŠุฑ -ุฏูˆู† ุชูˆูุฑ ุงู„ุดุฑูˆุท ูˆุงูˆุชูุงุก ุงู„ู…ูˆุงู†ุน- ู‡ูˆ ุฏุฃุจ ุงู„ุฎูˆุงุฑุฌ ู‚ุฏูŠู…ุงً ูˆุญุฏูŠุซุงً، ูู‡ูˆ ุณู…ุฉ ุจุงุฑุฒุฉ ููŠ ุฒู…ุงู†ู†ุง ู„ู…ู† ุณุงุฑ ุนู„ู‰ ู†ู‡ุฌ ู‚ุทุจ ูˆุณุฑูˆุฑ.
ูŠุชุจุน ุจุฅุฐู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰.
ุงู„ุญุฏูˆุฏ ุงู„ูุงุตู„ุฉ ุจูŠู† ุฃุตูˆู„ ู…ู†ู‡ุฌ ุงู„ุณู„ู ุงู„ุตุงู„ุญ ูˆุฃุตูˆู„ ุงู„ู‚ุทุจูŠุฉ ุงู„ุณุฑูˆุฑูŠุฉ، ู„ุฃุจูŠ ุนุจุฏ ุงู„ุฃุนู„ู‰ ุฎุงู„ุฏ ุงู„ู…ุตุฑูŠ. ุตู€ ูกูฃ. 

 WhatsApp Ahlus Sunnah Karawang  
.================

Jumat, 10 Oktober 2014

{ Fatwa}- IHYA'UT TURATS MEMBAGI-BAGIKAN KITAB ASY-SYAIKH AL-FAUZAN UNTUK MENIPU MANUSIA

Asy-Syaikh Al-Allamah Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly hafizhahullah berkata pada haji tahun 1435 H ketika menyampaikan nasehat kepada sebagian ikhwah dari Suriyah:

“Terutama kitab Al-Bukhary dan Muslim, hendaklah kalian memiliki perhatian yang besar terhadapnya dengan mempelajari, memahami, dan menghafalnya!”

Salah seorang ikhwah: Wahai Syaikh kami, bolehkah mereka merekamnya agar bisa menyampaikannya kepada ikhwah, karena ini adalah perkataan yang bagus?

Asy-Syaikh Rabi’: Hendaklah kalian memiliki perhatian yang besar terhadap kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim serta para imam dakwah di Nejed (Arab Saudi –pent), hendaklah kalian memiliki perhatian yang besar terhadapnya, pahamilah, dan berjalanlah di bawah cahayanya. Baarakallahu fiikum.
Kemudian, janganlah kalian mengulurkan tangan kalian kepada yayasan-yayasan seperti Ihya'ut Turats dan selainnya, tetapi hendaknya kalian meminta pertolongan dengan harta yang Allah berikan kepada kalian saja walaupun sedikit, baarakallahu fiik.
Karena sesungguhnya dakwah salafiyah tegak di atas pundak-pundak Salafiyun dan apa yang mereka miliki berupa harta yang sedikit dan kefakiran yang banyak, baarakallahu fiikum. Dakwah tidak tegak dengan cara mengumpulkan harta. Mengumpulkan harta hanya akan merusak dakwah. Menerima harta dari yayasan-yayasan yang tidak di atas manhaj Salaf hanya akan menyebabkan sesatnya seorang salafy.
Maka hendaknya kalian benar-benar mewaspadai jangan sampai bekerja sama dengan yayasan-yayasan semacam ini.
Mintalah pertolongan dengan harta yang Allah berikan kepada kalian walaupun sedikit, dan berjalanlah di atas jalan yang ditempuh oleh para Salaf dengan bersikap zuhud dan wara’ –baarakallahu fiikum– dan dalam menyebarkan dakwah Salafiyah dengan cara yang benar. Semoga Allah memberi taufik kepada semua pihak.

DAN SAYA PERINGATKAN KALIAN SECARA KHUSUS DARI IHYA'UT TURATS, KARENA SESUNGGUHNYA YAYASAN INI DI DUNIA INI TERUS BERUSAHA MEMECAH BELAH SALAFIYUN DAN MENCABIK-CABIK MEREKA SERTA MERUBAH MEREKA KEPADA MANHAJ ABDURRAHMAN ABDUL KHALIQ pentolon Al-Ikhwan Al-Muslimun yang parah itu. Hayyakumullah.

Salah seorang ikhwah: Wahai Syaikh kami, baarakallahu fiik, ada perkara yang lain yaitu mereka (Ihya'ut Turats) suka membagi-bagikan kitab-kitab Salaf, seperti dengan mereka membagi-bagikan kitab-kitab Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan.

Asy-Syaikh Rabi’: Mereka menjadikannya sebagai kedok.

Penanya: Ya wahai Syaikh kami, kami ingin penjelasan tentang perkara ini dari Anda.

Asy-Syaikh: Mereka berkedok dengan cara seperti ini, mereka menyembunyikan hakekat mereka dengan hal ini, mereka membagi-bagikan kitab-kitab Salaf dan selainnya –baarakallahu fiik– dalam keadaan mereka merasa puas dengan manhaj Abdurrahman Abdul Khaliq pentolon Al-Ikhwan Al-Muslimun yang parah itu.

Penanya: Wahai Syaikh kami, apakah kami harus menolak kitab-kitab pemberian mereka?

Asy-Syaikh Rabi’: Kalian jangan bekerja sama dengan mereka.

Penanya: Baarakallahu fiik wahai Syaikh kami, jazakallahu khairan.

Ditranskrip oleh: Abu Abdirrahman Usamah
14 Dzulhijjah 1435 Hy

Sumber:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=147717

Ihya’ut Turats Membagi-bagikan Kitab Asy-Syaikh Al-Fauzan Untuk Menipu Manusia -http://tukpencarialhaq.com/2014/10/10/ihyaut-turats-membagi-bagikan-kitab-asy-syaikh-al-fauzan-untuk-menipu-manusia/

Minggu, 28 September 2014

Tanya Jawab Ringkas "Tentang Makanan yang Dibayarkan Oleh PEKERJA BANK"

๐Ÿ“ฌ〰〰〰๐ŸŒ➰๐Ÿ“ฅ๐Ÿ““๐Ÿ“š

✔Tanya Jawab Ringkas

Tanya

Ustadz  al afwu mingkum

๐Ÿ”Bismillah ada pertanyaan?
Skrg ana mau makan di warung, trus ana di bayarkan oleh teman kenalan,ana nolak mau dibayarkan karna ana tau dia kerja di bank,
Tapi beberapa kali ana nolak tetap dia mau dibayarkan ana ke kasir ,,krna waktu itu ana jg tdk sengaja ketemu di warung bersamaan mau makan.
Yang jdi masalah? Bgmana hukumnya memakan makana itu? Yg jelas bahwa dia keja dibank dgn penghasilan Ribawi.
Atau apakah ana tetap lanjutkan makan makanan itu, ? Karna sblumnya ana tdk ada unsur kesengajaan ketemu di  warung.
Ada yg bisa jelaskan lebih rinci tentng makanan tsb?

 Jawab:
Al Akh Ustadz Abul Fida'

Ibnu Mas’รปd radhiyallรขhu ‘anhu ditanya tentang seseorang yang memiliki tetangga yang memakan riba secara terang-terangan, tetapi tidak merasa bersalah dengan harta yang buruk, lalu si tetangga itu mengajaknya dalam undangan makan. Ibnu Mas’รปd radhiyallรขhu ‘anhu pun menjawab, “Penuhilah undangannya. Kenikmatan (makanan) adalah untuk kalian, tetapi dosanya adalah terhadap dia.” Dalam sebuah riwayat, si penanya berkata, “Saya tidak mengetahui sesuatu apapun yang menjadi miliknya, kecuali hal yang buruk atau hal yang haram,” tetapi Ibnu Mas’รปd tetap menjawab, “Penuhilah undangannya.”
๐Ÿ“šjami'ul 'ulum wal hikam

๐Ÿ”Ž Harta haram terbagi 2

1 haram dari sisi dzatnya
2 haram dari sisi sifat dan cara mndapatkannya

Rosululloh jg mnerima pemberian  hadiah berupa daging dari orang yahudi ,padahal telah diketahui orang yahudi pemakan riba.
Klw haram dari sisi dzatnya tidak boleh ,adapun yg akhy tanyakn adalah yg jenis ke dua ,syaikh bin baz juga mnfatwakn boleh menerimanya.๐Ÿ”ฆ
〰〰〰➰〰〰〰
 Jawab:
Ustadz Abu Fatimah Muh: Arsyad Madinah

 Bismillah, Barokallahu fiikum, insyaa Allah tidak apa² karena bukan antum yang menangguh dosa tapi dia , sama halnya seorang anak yang orang tuanya kerja dibank dimakan dari penghasilan orang tuanya sehingga anak tersebut tdk berdosa yang berdosa orang tuanya .
Tapi jika antum ragu kekasir , ini saya yang bayar dengan uang antum sendiri kemudian itu uang teman antum biarkan aja kemudian antum pergi jika ingin lebih selamat .
Allahu a'lam.
〰〰➰〰〰〰
 Jawab.
 Ustadz Abu Zulfa Anas.

 Hukum nya boleh.harta dari kerja haram.hukumnya haram untuk pribadinya halal bagi orang lain.dalilnya nabi makan makanan dari undangan seorang  wanita yahudi dan beliau juga jual beli dengan orang yahudi.padahal pekerjaan mereka banyak yang haram.barakallohu fikum.

๐Ÿ”…〰๐Ÿ”†〰➰➰〰๐Ÿ”†〰๐Ÿ”…

 Salafy Lintas Pulau
ุงَู„ุณَّู„َูِูŠْ ูŠَู…ُุฑٌّ ุงู„ْุฌَุฒِูŠْุฑَุฉُ

Selasa, 23 September 2014

RINGKASAN HUKUM-HUKUM SEPUTAR HEWAN KURBAN

WAKTU PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN

Ada 4 hari untuk penyembelihan hewan kurban:

▪Diawali setelah sholat 'iedul adha, dan 3 hari setelahnya (yaitu tanggal 11,12 dan 13 - hari tasyrik).
▪Dan waktu terakhir penyembelihan hewan kurban, tatkala matahari tenggelam tanggal 13 Dzulhijjah.
(Adapun waktu penyembelihan hewan kurban, boleh diwaktu SIANG ataupun MALAM).

[Fatawa Ibnu Utsaimin 25/167]

DIHARAMKAN BAGI YANG HENDAK BERKUBAN (pada 10 hari pertama Dzulhijjah)

-Memotong rambut
-Memotong kuku
-Menghilangkan (memotong) kulit

Adapun bagi keluarga Mudhohiy (Orang yg hendak berkurban -pent),
Maka boleh melakukan hal-hal di atas.

[Fatawa Al Lajnah Ad Daimah (11/397)]

Boleh bagi ORANG YANG DIBERI AMANAH untuk menyembelihkan hewan kurban dari orang yang berkurban :
√ Memotong rambutnya
√ Memotong kukunya
√ Menghilangkan (memotong) kulitnya

[Fatawa Ibnu Utsaimin (25/100)]

KEYAKINAN YANG KELIRU:
Sebagian manusia mengira, bahwa seorang yang hendak berkurban kemudian dia memotong sedikit dari rambutnya, atau memotong kukunya, atau menghilangkan sebagian kulitnya pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
 (?_?)
Maka hewan kurbannya tidak diterima.

Maka ini keyakinan yang tidak benar.

[Fatawa Ibnu Utsaimin 25/161].

SYARAT HEWAN YANG BOLEH UNTUK BERKURBAN

▫Unta umur 5 tahun
▫Sapi umur 2 tahun
▫Kambing 1 tahun
▫Kambing kibas (domba) umur 6 bulan

[Fatawa Ibnu Utsaimin 25/13]

CACAT PADA HEWAN YANG TIDAK BOLEH DIGUNAKAN UNTUK BERKURBAN

Matanya rusak (buta sebelah)
Hewan dalam keadaan sakit yg parah
Hewannya pincang kakinya
Hewannya sangat kurus,yg tidak ada sumsumnya
Dan cacat-catat yang semisal dari yang di atas, atau bahkan lebih parah.

Maka yang seperti ini tidak boleh dijadikan hewan kurban.

[Fatawa Ibnu Utsaimin 13/25].

DIHARAMKAN UNTUK MENJUAL SESUATUPUN DARI HEWAN KURBAN

Baik itu berupa dagingnya, gajih (lemaknya), atau otak, kulit dan yang selainnya.
Dikarenakan itu semua merupakan harta yang dikeluarkan (dari orang yang berkurban, pent) Lillaahi Ta'ala.
Maka tidak boleh dikembalikan dalam perkara ini, seperti halnya shodaqoh.

Dan tidak pula diperkenankan bagi orang yang menyembelih untuk diberi darinya sebagai UPAHNYA atau sebagiannya.

[Fatawa Ibnu Utsaimin 1/25]

Alih bahasa : Ibrohim Abu Kaysa (Ma'had Al Manshuroh - Purbalingga)

WA Forum Berbagi Faidah
        مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WhatsApp Salafy Lintas Pulau
السلفين مرورالجزيرة

Kamis, 18 September 2014

JALAN KELUAR DARI FITNAH Oleh Al ustadz Abu Dihya Kamal Hafidzahulloh

((((  )))) REKAMAN DAUROH KOLAKA DZULQO'DAH 1435H

๐Ÿ“š Dengan Tema:
JALAN KELUAR DARI FITNAH

Bersama: Al-Ustadz Abu Dihyah Kamal Al Atsary hafidzohullah

๐Ÿ“…Ahad 12 Dzulqo'dah 1435H / 07 September 2014

Tempat: Pondok Imam Syafi'i Kolaka, Sulawesi tenggara

๐ŸŒ๐ŸŒLink download:

 sesi 1 - Jalan Keluar Dari Fitnah - Durasi 2 jam 01.01 menit
http://bit.ly/1lRNvVt

 sesi 2 - Jalan Keluar Dari Fitnah - Durasi 01 jam 19.30 menit
http://bit.ly/1utm6tt

 sesi 3 - Tanya Jawab - Durasi 1 jam 2.51 menit
http://bit.ly/1olhUae


Semoga bermamfaat barokallohu fiikum

((( Salafy Lintas Pulau )))